Berita Kabupaten Ende

Warga Paumere Berdemo di Kantor Bupati Ende, Bupati Marsel Kecam Perilaku Oknum Aparat

Warga Suku Paumere dari Kecamatan Nangapanda, berdemo di Kantor Pengadilan Negeri Ende dan Kantor Bupati Ende

Warga Paumere Berdemo di Kantor Bupati Ende, Bupati Marsel Kecam Perilaku Oknum Aparat
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Warga Suku Paumere berdemo di Kantor Bupati Ende,Senin (29/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Warga Suku Paumere dari Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende bersama sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa melakukan aksi demo di Kantor Pengadilan Negeri Ende dan Kantor Bupati Ende, Senin (29/10/2018).

Saat diterima oleh Bupati Ende, Ir. Marsel Petu, warga dari Suku Paumere mengungkapkan persoalan dan keluh kesah yang mereka alami dan terima dari perilaku oknum aparat terkait tanah milik mereka.

Kepala Suku Paumere, Yohanes B Beke kepada Bupati Marsel mengatakan masyarakat di persukutuan adat Paumere kerap diintimidasi oleh oknum aparat sehingga membuat masyarakat menjadi tidak tenang dalam bekerja.

Baca: Tim Gegana Brimob Lakukan Olah TKP Meledaknya Benda Misterius

Bahkan yang paling ironis adalah tanah yang merupakan tanah ulayat Suku Paumere justru dicaplok oleh oknum aparat yang justru memanfaatkan simbol-simbol kebangsaan seperti menancapkan bendera merah putih di atas tanah suku lalu dengan secara sepihak juga menuliskan pesan-pesan yang sifatnya provokatif.

Sejak diintimidasi oleh oknum aparat membuat warga dicekam rasa takut. Warga tidak lagi berani berkebun dan juga mencari kemiri ataupun memetik kakao padahal warga hidup dan berkembang di tanah sendiri.

Baca: Jalan Durian Ende Dipenuhi Sampah

Perwakilan warga yang menemui Bupati Ende, Ir. Marsel Petu di Aula Lantai 2 Kantor Bupati Ende di antaranya, Ludgardis Maria Bi yang juga seorang guru di SDI Ndetufeo, Kecamatan Nangapanda mengatakan bahwa bahwa dalam beberapa waktu terakhir para siswa di sekolah itu kini enggan bersekolah karena para siswa trauma dengan kehadiran oknum aparat keamanan yang kerap melakukan tindakan provokatif.

"Ketika melihat ada oknum aparat para siswa tidak mau datang ke sekolah ataupun kalau datang ke sekolah para siswa kembali keluar kelas karena takut," kata Ludgardis.

Warga lainnya yang mengaku bernama Mery serta Dorce mengatakan mereka tidak bisa melakukan aktifitas karena trauma dengan kehadiran oknum aparat.

"Oknum aparat semestinya hadir ketika dalam situasi perang atau kejadian luar biasa lainnya namun yang terjadi justru di daerah kami, oknum aparat datang masuk keluar dan kerap mengintimidasi warga sehingga warga menjadi ketakutan,"kata Dorce.
Kecam Aparat

Halaman
12
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved