Berita Kabupaten Lembata Terkini

Napi Keracunan Siput di Lapas Lembata, Ini Pengakuan Frengky Riberu

Frengky Riberu, Pelaksana Harian (Plh) Pembina warga binaan di Lapas Lembata, mengungkapkan hal yang mengagetkan.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Frengky Riberu, Pelaksana Harian (Plh) Pembina warga binaan di Lapas Lembata 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Frengky Riberu, Pelaksana Harian (Plh) Pembina warga binaan di Lapas Lembata, mengungkapkan hal yang mengagetkan. Setiap bahan makanan yang dibawa masuk ke lapas, pasti selalu diperiksa. Begitu juga yang dibawa ibu-ibu dari Lamahora itu.

"Saat pemeriksaan, saya hanya mencicipi lawar siput itu hanya satu sendok saja. Tapi setelah itu, saya mengalami gangguan pencernaan yang sangat setengah mati. Minum obat juga tidak bisa, teh panas juga tidak bisa, minum larutan gula garam juga begitu. Semuanya tidak bisa. Sepanjang malam saya tidak bisa tidur sampai pagi," ujar Frengky ketika dihubungi secara terpisah, Senin (29/10/2018).

Setelah dirawat di RSUD Lewoleba pagi tadi, lanjut dia, baru dirinya merasa agak lebih baik. Hanya saja perutnya masih terasa sakit walau pun sakit yang dirasakan tak seperti sebelumnya.

Baca: Puluhan Napi di Lapas Lembata Keracunan Siput

Ia tak mengetahui pasti sebab musebab keracunan yang mereka alami. Tapi kuat dugaan, sumber keracunan berasal dari lawar siput yang mereka konsumsi Minggu (28/10/2018) siang.

"Semua yang makan lawar siput, termasuk saya dan 4 petugas lapas serta puluhan napi lainnya mengalami sakit perut yang luar biasa. Kami keracunan. Sedangkan yang tidak makan lawar siput, tidak mengalami sakit atau hal lainnya. Jadi kami curiga sumber keracunan itu ada pada lawar siput," ujar Frengky.

Baca: Walikota Kupang Sebut Kerja Sama dengan Bank NTT dan BPJS Ketenagakerjaan Kurangi Korupsi

Ia menuturkan, setelah mencicipi satu sendok lawar siput saat memeriksa makanan yang dibawa ibu-ibu dari Lamahora, ia juga mencoba makanan yang lainnya. Setelah itu ia pulang dan makan di rumahnya. Tapi herannya ketika malam tiba, ia menderita sakit perut yang luar biasa.

Ia mengayakan kejadian itu baru dialami kali ini. Begitu juga napi lainnya. Bahkan peristiwa keracunan makanan tersebut baru pertama kalinya menimpa Lapas Kelas III Lembata. "Kami baru mengalami kejadian seperti ini," ujar Frengky.

Sementara Abdullah Dahyan, menuturkan hal lain. Ia mengatakan dirinya muntah darah setelah mengonsumsi lawar siput itu. Tapi muntah darah itu sebenarnya telah dialami sebelum dirinya dititipkan sebagai tahanan Kejaksaan Negeri Lembata di lapas tersebut.

"Saya memang muntah darah setelah makan lawar siput itu. Tapi sakit ini telah saya alami sebelum ditahan karena kasus pencurian. Muntah darah ini sebenarnya sudah berkurang tapi setelah makan lawar siput itu, saya sakit lagi," ujarnya.

Ia mengatakan saat sakit karena keracunan itu, petugas lapas telah menghubungi isterinya. Namun hingga siang tadi, sang istri belum datang menjenguknya. "Kalau istri tidak datang juga tidak apa-apa," ujarnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved