Berita NTT Terkini
Nilai Tukar Petani NTT Naik 0,06 Persen
Nilai tukar petani (NTP) NTT pada September 2018 meningkat 0,06 persen jika dibanding NTP NTT bulan Agustus 2018.
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Nilai tukar petani (NTP) NTT pada September 2018 meningkat 0,06 persen jika dibanding NTP NTT bulan Agustus 2018.
Pada bulan September NTP Provinsi NTT sebesar 107,35 sementara NTP Provinsi NTT pada bulan Aguatus sebesar 107,28.
Kepala BPS Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia, S.E dalam konferenai pers di Lantai II Gedung BPS NTT, Jalan Palapa Kupang, NTT, mengatakan, peningkatan NTP tersebut menunjukkan bahwa daya beli/daya tukar petani NTT pada bulan September lebih baik dibandingkan pengeluarannya.
Baca: Polisi Tidak Punya Kepentingan Apapun Soal HGU Lahan di Babau
Dijelaskan Maritje, perhitungan NTP NTT mencakup lima subsektor, yaitu subsektor padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.
Dijelaskan Maritje, NTP NTT 107,35 terbentuk dari subsektor-subsektor; tanaman padi dan palawija sebesar 108,37, subsektor hortikultura 103,95, subsektor tanaman perkebunan rakyat 107,61, subsektor peternakan 108,10 dan subsektor perikanan 110,26.
Baca: SMATER Lewoleba Galang Dana Bantu Korban Gempa dan Tsunami Palu
Maritje mengungkapkan, pada September 2018, di daerah pedesaan terjadi inflasi sebesar 0,54 persen.
"Seluruh subkelompok mengalami inflasi. Pemicunya, adanya peningkatan konsumsi masyarakat pada subsektor bahan makanan, makanan jadi dan kesehatan," kata Maritje.
Dari sisi pengeluaran petani, kata Maritje, pada bulan Spetember meningkat 0,15 persen jika dibandingkan dengan bulan Agustus
2018. Peningkatan biaya petani terjadi pada biaya pupuk, obat-obatan, pakan, transportasi dan biaya sewa. (*)