Berita Kabupaten TTS Terkini

Kasat Lantas Polres TTS Janji Tak Lagi Lakukan Operasi Penertiban di Tikungan

Kasat Lantas Polres TTS, Iptu Wastoro berjanji tidak lagi melakukan operasi di tikungan jalan.

Kasat Lantas Polres TTS Janji Tak Lagi Lakukan Operasi Penertiban di Tikungan
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kasat Lantas Polres TTS, Iptu Wastoro 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Pasca tabrakan antara dua sepeda motor di jalan negara, tepatnya di antara SPBU Oenali dan Kantor Dinas PU Kabupaten TTS, Sabtu (29/9/2018) yang diduga karena pengemudi kaget setelah melihat adanya operasi penertiban surat kelengkapan kendaraan bermotor, Kasat Lantas Polres TTS, Iptu Wastoro berjanji tidak lagi melakukan operasi di tikungan jalan.

Dia mengakui kekurangan pihak Satlantas Polres TTS dan siap memperbaiki diri untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.

Hal ini diungkapkannya saat dikonfirmasi POS- KUPANG.COM, Senin (1/10/2018) terkait tabrakan yang terjadi tepat di lokasi operasi penertiban surat kendaraan bermotor.

Baca: 3.762 Anak di Sikka Belum Divaksin Rubella, Ini Penyebabnya

Wastoro membenarkan adanya tabrakan yang melibatkan pengendara sepeda motor atas nama Yanto Bano, warga Desa Kakan dengan sepeda motor yang dikendarai Amri Tabun dari desa Pili.

Namun dia membantah jika tabrakan tersebut menyebabkan korban meninggal dunia. Kecelakaan tersebut menyebabkan korban Yanto Bano mengalami patah tulang kaki kiri, sedangkan Armi selamat dari kecelakaan tersebut tanpa mengalami luka.

Baca: Politani Kupang Siap Selenggarakan Wisuda Periode Oktober 2018

Wastoro menjelaskan, kecelakaan tersebut disebabkan karena Yanto Bano pengendara sepeda motor yang melaju dari arah Niki-niki hendak menghindari operasi polisi karena tidak memiliki surat kendaraan bermotor, SIM dan plat nomor.

"Yanto ini takut dan panik saat melihat ada operasi polisi di tikungan jalan sehingga panik dan memaksa memutar balik arah. Saat bersamaan datang korban Armi dari arah Kota Soe sehingga terjadi kecelakaan. Kedua korban kita bawa ke RSUD Soe dan sudah pulang kembali ke rumah masing-masing. Saya tegaskan tidak ada yang meninggal dalam kejadian tersebut," katanya.

Insiden tabrak dua sepeda motor yang diduga karena pengendara sepeda motor kaget setelah melihat operasi penertiban kendaraan bermotor yang digelar tepat di tikungan jalan ini sempat viral di media sosial khususnya facebook.

Hal ini membuat anggota DPRD TTS angkat bicara. Beny Banamtuam dan David Boimau, anggota Komisi III DPRD TTS meminta Satlantas Polres TTS untuk tidak lagi menggelar operasi penertiban di tikungan jalan. Pasalnya hal itu dinilai sangat membahayakan nyawa para pengendara.

Selain itu, keduanya meminta plan informasi terkait kegiatan operasi penertiban harus dipasang minimal 25 meter sebelum dilakukan pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan bermotor sesuai dengan amanat UU.

"Kita juga resah dengan operasi penertiban yang selama ini digelar di tikungan. Hal ini sangat berbahaya dan terbukti dengan kecelakaan kemarin. Sebelum jatuh korban jiwa, sebaiknya operasi di tikungan jalan tidak dilakukan lagi," kata keduanya.

Diberitakan POS-KUPANG.COM sebelumnya, Operasi penertiban kelengkapan surat kelengkapan kendaraan bermotor yang digelar Satlantas Polres TTS, Sabtu (29/9/2018) sekitar pukul 10.00 Wita di ruas jalan negara, tepatnya di antara SPBU Oenali dan Kantor Dinas PU Kabupaten TTS diwarnai insiden tabrakan yang melibatkan dua sepeda motor.

Diduga, kecelakaan disebabkan karena para pengendara kaget dan panik melihat adanya operasi penertiban kendaraan yang dilakukan Satlantas Polres TTS tepat di tikungan jalan. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved