Opini Pos Kupang

Darurat Tsunami Campak dan Rubella

Sebenarnya seberapa daruratnya penyakit campak dan rubella di Indonesia sehingga kita khawatirkan akan ada tsumani MR?

Darurat Tsunami Campak dan Rubella
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Petugas kesehatan dari Puskesmas Danga saat melayani pemberian imunisasi Campak dan Rubella di Posyandu Ade Irma B di Kelurahan Danga Kabupaten Nagekeo, Kamis (13/9/2018). 

Oleh Ermi Ndoen

Anggota Forum Academia NTT

DARURAT menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online memiliki tiga arti: "(1) keadaan sukar (sulit) yang tidak tersangka-sangka (dalam bahaya, kelaparan, dan sebagainya) yang memerlukan penanggulangan segera: (2) keadaan terpaksa: (3) keadaan sementara."

Pada tanggal 20 Agustus 2018, setelah melalui pro kontra berkepanjangan tentang boleh tidaknya umat Muslim menerima imunisasi measles (campak) dan rubella -Imunisasi MR, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya mengeluarkan fatwa Nomor 33 Tahun 2018 tentang penggunaan vaksin measless dan rubella untuk imunisasi karena memenuhi unsur kedarutan.

Dalam Fatwanya, MUI ada tiga alasan kenapa MUI untuk sementara ini membolehkan penggunaan vaksin MR. Pertama, adanya kondisi keterpaksaan (darurat syar'iyyah). Kedua, belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci. Ketiga, ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi vaksin MR.

Dengan terbitnya Fatwa MUI No 33 tahun 2018, tidak serta merta meredakan pro-kontra vaksin MR di masyarakat. Pertanyaan tentang kedaruratan penyakit campak-rubella kemudian menjadi topik baru di balik halal/haramnya vaksin MR tersebut.

Sebenarnya seberapa daruratnya penyakit campak dan rubella di Indonesia sehingga kita khawatirkan akan ada tsumani MR? Perlu kita semua ketahui kedua penyakit ini disebabkan oleh virus campak dan rubella yang tidak ada obatnya sampai sekarang. Satu-satunya cara untuk mencegah penyakit ini adalah lewat imunisasi.

Imunisasi menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 12 Tahun 2017 Pasal 1 Ayat 1 adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.

Imunisasi MR ini adalah upaya untuk mencegah penyakit campak dan rubella lewat pemberian suntikan vaksin measles (campak) dan rubella, sehingga orang yang terkena virus ini, tidak akan sakit atau pun tetap sakit, tapi hanya sakit ringan.

Tanpa imunisasi MR, jika seseorang terkena virus campak, terutama anak-anak, bisa berakibat fatal, yaitu risiko kematian. Penderita campak bisa menderita komplikasi diare, meningitis, bahkan kematian. Sekitar 1 dari 20 penderita campak mengalami radang paru, sementara 1 banding 1.000 penderita terkena kompilasi radang otak. Selain itu, komplikasi lain adalah infeksi telinga yang berujung tuli dan diare yang masing-masing probabilitasnya 1 banding 10.

Halaman
123
Editor: Sipri Seko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved