Berita Kabupaten Sikka Terkini

Mgr. Ewal: Cita-cita Saya Jadi Imam yang Baik Layani Umat

Mgr.Edwaldus Martinus Sedu, ditahbiskan menjadi Uskup Maumere, Senin (26/9/2018).

Mgr. Ewal: Cita-cita Saya Jadi Imam yang Baik Layani Umat
ISTIMEWA
Uskup Maumere terpilih Mgr. RD. Edwaldus Martinus Sedu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Hari Rabu (26/9/2019) pukul 15.00 Wita, puluhan ribu umat Katolik Keuskupan Maumere di Pulau Flores, menjadi saksi bagi Mgr.Edwaldus Martinus Sedu, ditahbiskan menjadi Uskup Maumere.

Ewal, sapaannya menggantikan Mgr. Gerulfus Kherubim Parera, SVD yang telah usur.

Mgr. Ewal, mengaku tak terlintas dalam benaknya suatu ketika ia akan ditahbiskan menjadi uskup. Tak ada yang berubah sama sekali dalam pribadi yang sangat bersahaja.

Baca: ASN Pemilik Senjata Api Ilegal Diserahkan ke Kejati NTT

"Cita-cita saya hanya menjadi imam yang baik di paroki. Bisa melayani umat dengan baik dan menjalankan tugas yang diberikan pemimpin gereja, bapa uskup. Tidak ada cita-cita menjadi uskup," ujar Mgr. Ewal, kepada POS-KUPANG.COM, di Lepo Bispu, Istana Keuskupan Maumere, Senin (24/9/2018).

Baca: Hadiri Yubileum 100 Tahun Paroki Waibalun, Nae Soi: Flores Berutang Budi kepada Waibalun

Mengusung motto imamat tahbisan, "Ini Aku Utuslah Aku," diakuinya sering diledek teman-teman lain.

"Ah ini bukan misionaris. Namun kita ini gereja lokal, misioner menjadi tugas pelayanan kita. Karena itu pertanyaan apakah punya cita-cita jadi uskup, sama sekali tidak," imbuh Mgr. Ewal.

Menurut Mgr. Ewal, menjadi uskup adalah urusan bapa uskup. Tuhan yang menentukannya melalui bapak uskup (Mgr. Gerulfus Kherubim Parera).

"Untuk prosesnya saja, saya tidak tahu sama sekali. Saya tahunya dipanggil Dubes Tahta Suci Vatikan untuk RI ke Jakarta," ujarnya lagi.

"Tiga nama yang diusulkan oleh Mgr. Kherubim, saya tidak tahu sama sekali. Semuanya sangat rahasia. Tertutup. Kemudian ada orang yang akan ditanyai orang pihak Vatikan, juga saya tidak tahu sama sekali." katanya lagi.

Pernah menjadi Preases Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret hingga ke poisis terakhir Vikjen Keuskupan Maumere selama tiga tahun, Mgr.Ewal juga mengaku tak terbesit dalam benaknya suatu ketika akan dipilih menjadi Uskup Maumere.

"Ada orang yang mengatakan, ini sudah jadi preases kemudian jadi Vikjen lagi, sama sekali tidak terlintas dalam benak saya. Ada orang berpikir beberapa preases dari Ritapiret jadi uskup. Tugas kami mengajar para frater menjadi imam yang baik. Kami juga tahu bagaimana menjadi uskup," pungkas Mgr. Ewal.

Mgr Ewal mengaku memiliki kehendak yang kuat semenjak menjadi imam yakni kehidupan sehari umat yang menjunjung nilai solidaritas, saling menolong dan membantu. Umat sebagai satu kekuatan yang saling membantu dan membagi satu sama lain.

Ia juga prihatin soal pesta dari tahun ke tahun. Bukan melarang umat merayakan pesta, karena hidup bukan hanya untuk hari ini tetapi hari-hari selanjutnya. Terlebih kehidupan anak-anak kelak. Jangan sampai dihabiskan hari ini, kemudan besok kita jadi minta-minta. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved