Opini Pos Kupang
Jokowi-Infinity War, Thanos dan Rubella
Belum hilang dari ingatan kita semua, KLB campak dan gizi buruk mengakibatkan 75 anak meninggal di Asmat dari 651
Oleh Ermi Ndoen
Anggota Forum Academia NTT (FAN)
POS-KUPANG.COM - Menyikapi situasi perekenomian dunia yang tidak menentu, Presiden Joko Widodo dalam akun Instagram @jokowi mengatakan saat ini dunia sedang menghadapi Infinity War -suatu perang yang tidak berkesudahan.
Untuk penggemar komik dan film Marvel, istilah Infinity War sudah tidak asing lagi. Istilah ini merujuk kepada laga antara kekuatan baik dan jahat yang dipopulerkan oleh film Avengers.
Di hadapan para Kepala Negara dalam acara World Economic Forum on Asean di Hanoi (12 September 2018), Presiden Jokowi menggambarkan ada sosok Thanos -sosok jahat menakutkan di film Avengers yang mengancam setengah populasi populasi di bumi.
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 September 2018 , Taurus, Virgo, Capricorn Bakal Bahagia
Saat ini di Indonesia, sebuah `Infinity War' untuk menyelamatkan kesehatan anak sedang berlangsung. Sejak 1 Agustus hingga 30 September 2018, para petugas kesehatan di 28 provinsi di luar Pulau Jawa, sedang berjibaku melawak sosok `Thanos' tersendiri. Siapakah tokoh `Thanos' tersebut? Tidak lain adalah ancaman virus mematikan campak dan rubella.
Belum hilang dari ingatan kita semua, KLB campak dan gizi buruk mengakibatkan 75 anak meninggal di Asmat dari 651 anak yang terjangkit campak dari Desember 2017 hingga Maret 2018.
Saat itu Presiden Jokowi dan semua pemerhati kesehatan langsung terjun ke Asmat. Hari ini beberapa media nasional memuat berita kejadian luar biasa campak dan rubella di beberapa daerah di Kalimantan.
Virus rubella juga tidak seindah namanya. Rubella atau campak Jerman ini juga merupakan momok menakutkan bagi ibu hamil yang terjangkit.
Baca: 3 Aktris Beken Nonton Konser BTS Dan Menikmati Lagu BTS? Curi Perhatian Army
Virus rubella dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada janin. Kecacatan tersebut meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian atau keterlambatan perkembangan fisik dan psikis dan tidak dapat diobati.
Jika infinity war Jokowi adalah perang dagang yang tidak berakhir, ancaman virus rubella bagi ekonomi juga tidak sedikit bagi orang tua yang anaknya menderita Congenital Rubella Syndrome (CRS).
Dampak ekonomi pada orang tua yang anaknya cacat karena rubella bisa mencapai minimum 400 juta per anak per tahun, di luar biaya operasi dan terapi. Kerugian ekonomi ini belum termasuk beban psikis, sosial, hilangnya waktu dan produktivitas serta masa depan anak yang suram.
Jokowi menyatakan, Thanos bukan individu. "Thanos ada di dalam diri kita semua. Thanos adalah paham yang salah bahwa untuk berhasil, orang lain harus menyerah," ujar Jokowi.
Thanos adalah persepsi. Dalam konteks campak dan rubella, Thanos hadir dalam berbagai bentuk.
Baca: Drama Korea My Only One Telah Tayang, Inilah 3 Alasan Kenapa Kalian Wajib Nonton Drakor ini!
Thanos yang saat ini sedang mengancam kesehatan anak Indonesia adalah virus campak dan rubella yang masih banyak beredar di Indonesia.
Data WHO 2017 menunjukkan, Indonesia masuk dalam 10 besar negara dengan kasus campak tertinggi di dunia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan jumlah kasus klinis campak dan rubella dan kematian dalam lima tahun terakhir di Indonesia adalah 57.056 kasus (8.964 positif campak, 5.737 positif rubella).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tts-rubela_20180803_215553.jpg)