Berita Kota Kupang
Mahasiswa Ini Jadi Tukang Ojek Online Untuk Biayai Kebutuhannya
Mayer, Asmiljo mahasiswa semester VII Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Nusantara Kupang memilih untuk menjadi tukang ojek online
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Mayer, Asmiljo mahasiswa semester VII Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Nusantara Kupang memilih untuk menjadi tukang ojek online di sela kesibukan sebagai mahasiswa.
Ia tidak ingin Membebani kedua orangtuanya dengan segala kebutuhan dan biaya kuliah.
Dengan mengojek, Mayer bisa memenuhi kehidupannya sehari-hari dan membiayai kuliahnya.
"Saya mengojek untuk membiayai kebutuhan saya sehari-hari dan juga untuk ongkos kuliah. Saya juga tidak ingin membebani keluarga dan orangtua," ungkap Mayer Kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (29/8/2018) di depan kampus Saint Pedro Kupang.
Dalam sehari pendapatan Mayer bisa mencapai ratusan ribu. "Sehari saya bisa dapat 100 ribu, bahkan lebih. Belum lagi ditambah insentif dari perusahaan," ungkapnya.
Menurutnya menjadi tukang ojek online itu menyenangkan, ia tak perlu susah kesana kemari cari penumpang.
"Kadang saya di kos saja, duduk belajar, kalau ada permintaan di aplikasi, untuk sementara saya tinggalkan belajar, pergi mengojek," ungkapnya.
Lebih lanjut Mayer menuturkan, dirinya tidak mengalami kendala membagi waktu kuliah dan mengojek. "Yah intinya bisa mengatur waktu dengan baik. Kalau lagi kuliah, aplikasi Gojek saya matikan," ungkapnya.
Menurutnya ojek online merupakan peluang bagi siapa saja untuk menambah penghasilan. Asalkan punya niat mau bekerja dan tidak gengsi.
"Saya kira ojek online ini sangat bagus. Untuk pemuda/i yang punya motor bagus, dari pada hanya dipakai untuk jalan-jalan mending daftar jadi tukang ojek online, bisa menghasilkan uang," ungkapnya.(*)