Berita Nasional
Petugas Satpol PP Menendang Ibu yang Diduga Hamil Muda Jadi Video Viral
Video petugas Satpol PP menendang ibu yang diduga hamil muda ini pun menjadi viral di media sosial.

Gaji tak dibayar
Sekretaris GPPI Cabang Kampar Ryan saat dihubungi Kompas.com mengatakan, aksi unjuk rasa ini terkait gaji tenaga kesehatan RTK yang belum dibayarkan.
"Mereka menuntut haknya yang belum dibayar sejak Januari 2018. Mulai bulan April kemarin mereka meminta haknya. Tapi juga belum dibayar," ungkap Ryan.
Bahkan, kata dia, tanpa pemberitahuan resmi mereka juga dirumahkan (hanya lewat lisan) disampaikan lewat kepala puskesmas se Kabupaten Kampar.
Dia mengaku, satu minggu terakhir tenaga kesehatan RTK didampingi GPPI Cabang Kampar mendirikan posko darurat kemanusiaan.
Memasuki minggu kedua, tenaga kesehatan RTK kembali meminta haknya dengan cara mengadakan unjuk rasa ke Kantor Bupati Kampar.
"Tadi kami datang ke Kantor Bupati disambut Satpol PP. Tidak ada satupun pejabat Kampar di kantor," ujar Ryan.
Setelah hampir satu jam berorasi, kata dia, Sekretaris Daerah (Sekda) Kampar Yusri datang menemui massa aksi dengan meminta beberapa orang utusan masuk ke ruang kerjanya.
Baca: Berton-ton Obat Kedaluarsa di Gudang Dikes Flotim Belum Dimusnahkan, Wabup Flotim Kaget
Baca: Heboh! Dikira Gelandangan, Pria Ini Ditolak Naik Angkot, Orang Kaget Setelah Tahu Identitasnya
"Jawaban sekda terhadap persoalan tidak sesuai dengan pernyataan sebelumnya. Akhirnya kita keluar dari ruangan sekda dan kembali menemui massa," tutur Ryan.
Lebih lanjut, dia mengaku, pada saat massa aksi membentang spanduk tuntutan di depan Kantor Bupati Kampar, tiba-tiba Satpol PP marah-marah dan langsung mendorong massa unjuk rasa.
"Satpol PP juga memukul dan menendang kawan-kawan (unjuk rasa)," kata Ryan.
Dia mengaku, akibat tindakan Satpol PP tersebut, satu orang mahasiswa anggota GPPI, David, pingsan.
Selain itu, satu orang tenaga kesehatan RTK, Fitriani Winarti, mengalami sakit di bagian perut.