Berita Nasional

Petugas Satpol PP Menendang Ibu yang Diduga Hamil Muda Jadi Video Viral

Video petugas Satpol PP menendang ibu yang diduga hamil muda ini pun menjadi viral di media sosial.

Editor: Bebet I Hidayat
TribunPekanbaru/Nando
Korban bentrok dengan Satpol PP aksi unjuk rasa Tenaga RTK yang masih dirawat di RSUD Bangkinang. (Kiri) aktivis GPPI, Davijul, (kanan) Tenaga RTK dari Puskesmas Gunung Sahilan I, Fitriani Winarti 

Foto Kami Budak Melayu Riau.

Tenaga RTK yang pingsan ditendang <a href='https://kupang.tribunnews.com/tag/satpol-pp' title='Satpol PP'>Satpol PP</a> Kampar
Tenaga RTK yang pingsan ditendang Satpol PP Kampar (facebook)

Pascabentrok GPPI dan Tenaga RTK Laporkan Balik <a href='https://kupang.tribunnews.com/tag/satpol-pp' title='Satpol PP'>Satpol PP</a> Kampar

Gaji tak dibayar

Sekretaris GPPI Cabang Kampar Ryan saat dihubungi Kompas.com mengatakan, aksi unjuk rasa ini terkait gaji tenaga kesehatan RTK yang belum dibayarkan.

"Mereka menuntut haknya yang belum dibayar sejak Januari 2018. Mulai bulan April kemarin mereka meminta haknya. Tapi juga belum dibayar," ungkap Ryan.

Bahkan, kata dia, tanpa pemberitahuan resmi mereka juga dirumahkan (hanya lewat lisan) disampaikan lewat kepala puskesmas se Kabupaten Kampar.

Dia mengaku, satu minggu terakhir tenaga kesehatan RTK didampingi GPPI Cabang Kampar mendirikan posko darurat kemanusiaan.

Memasuki minggu kedua, tenaga kesehatan RTK kembali meminta haknya dengan cara mengadakan unjuk rasa ke Kantor Bupati Kampar.

"Tadi kami datang ke Kantor Bupati disambut Satpol PP. Tidak ada satupun pejabat Kampar di kantor," ujar Ryan.

Setelah hampir satu jam berorasi, kata dia, Sekretaris Daerah (Sekda) Kampar Yusri datang menemui massa aksi dengan meminta beberapa orang utusan masuk ke ruang kerjanya.

Baca: Berton-ton Obat Kedaluarsa di Gudang Dikes Flotim Belum Dimusnahkan, Wabup Flotim Kaget

Baca: Heboh! Dikira Gelandangan, Pria Ini Ditolak Naik Angkot, Orang Kaget Setelah Tahu Identitasnya

"Jawaban sekda terhadap persoalan tidak sesuai dengan pernyataan sebelumnya. Akhirnya kita keluar dari ruangan sekda dan kembali menemui massa," tutur Ryan.

Lebih lanjut, dia mengaku, pada saat massa aksi membentang spanduk tuntutan di depan Kantor Bupati Kampar, tiba-tiba Satpol PP marah-marah dan langsung mendorong massa unjuk rasa.

"Satpol PP juga memukul dan menendang kawan-kawan (unjuk rasa)," kata Ryan.

Dia mengaku, akibat tindakan Satpol PP tersebut, satu orang mahasiswa anggota GPPI, David, pingsan.

Selain itu, satu orang tenaga kesehatan RTK, Fitriani Winarti, mengalami sakit di bagian perut.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved