Berita Larantuka

Berton-ton Obat Kedaluarsa di Gudang Dikes Flotim Belum Dimusnahkan, Wabup Flotim Kaget

Wabup Flotim, Agustinus Payong Boli, kaget menyaksikan tumpukan obat kedaluarsa belum dimusnahkan saat sidak di Dinas Kesehatan Flotim.

Berton-ton Obat Kedaluarsa di Gudang Dikes Flotim Belum Dimusnahkan, Wabup Flotim Kaget
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Wabup Flotim saat memantau obat kedaluarsa di Dinas Kesehatan Flotim belum dimusnahkan, Kamis (19/7/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Wabup Flotim, Agustinus Payong Boli, kaget menyaksikan tumpukan obat kedaluarsa belum dimusnahkan saat inspeksi mendadak (Sidak) di gudang obat Dinas Kesehatan Flores Timur, Kamis (19/7/2018).

Berton-ton obat kedaluarsa tersebut disimpan menumpuk berserakan di ruangan terbuka. Obat kedaluarsa itu ternyata akumulasi obat sejak 2008 silam.

Baca: Dukung Pengembangan Pariwisata Sumba, Galakan Program English To Kampung

Agus Boli menyaksikan tumpukan sampah obat itu, khawatir jika kardus-kardus terbakar dan akan menimbulkan bencana baru di Kota Larantuka.

Ia meminta tumpukan obat segera dimusnahkan sebelum dilahap api dan menimbulkan masalah di Kota Larantuka.

Setelah mendengarkan kesulitan yang dihadapi oleh Dinas Kesehatan Flotim, Agus Boli berjanji paling lambat obat itu sudah dimusnahkan paling lambat 2019 mendatang.

Agus Boli kepada Dinas Kesehatan Flotim meminta membuat telaah dan mengusulan anggaran di APBD 2019 agar obat itu segera dimusnahkan.

Pemusnahan obat itu memang membutuhkan kajian lingkungan hidup, harus ramah terhadap lingkungan. Pernah ada ide membenamkan ke tanah, tapi dikhawatirkan akan mencemari tanah.

Dinkes Flotim sebenarnya mempunyai incenerator, namun belum pernah digunakan. Apakah masih layak digunakan, masih perlu kajian lingkungan hidup.

Tumpukan sampah obat kedaluarsa tersebut sangat berisiko terbakar karena dibungkus dos-dos kardus yang usianya sudah lapuk.

Mengapa begitu banyak obat kedaluarsa? Agus Boli menjelaskan setiap tahun anggaran, pemerintah memiliki target kebutuhan obat per tahun.

Namun dalam kenyataan, stok obat mencukupi bahkan berlebihan sehingga disimpan di gudang setelah obat kedaluarsa. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help