Catatan Sepakbola

Kisah Kecil Seorang Putra Altar

Hari ini Kroasia membuktikan diri sebagai tim paling konsisten di Rusia 2018 dengan hasil seratus persen.

Kisah Kecil Seorang Putra Altar
(REUTERS / Carlos Barria)
Pelatih Kroasia Zlatko Dalic (20/6/2018). 

MENARIK menyimak kiprah sang arsitek di balik kesuksesan Prancis dan Kroasia. Ikhwal Didier Claude Deschamps, dunia sudah mengenalnya luar dalam. Pelatih Prancis itu namanya harum semerbak sejak masih aktif sebagai pemain mulai dari klub kecil hingga jadi ikon La Vecchia Signora atau Si Nyonya Tua Juventus.

Prancis beruntung memiliki anak bola bernama Didier Claude Deschamps. Pria kelahiran Bayonne, 15 Oktober 1968 tersebut sejauh ini selalu mempersembahkan yang terbaik demi keharuman bangsanya. Bagi Prancis, Didier Deschamps yang bermain 103 kali untuk timnas dan mencetak 4 gol adalah legenda.

Dia bagian dari kisah sukses generasi emas Prancis kala merebut trofi Piala Dunia 1998 setelah menekuk tim unggulan Brasil di final. Deschamps bersinar bersama koleganya Fabien Barthez, Marcel Desailly, Laurent Blanc, Bixente Lizarazu, Zinedine Zidane, Lilian Thuram, Emanuel Petit, Thiery Henry, dkk. Tim yang sama pun berjaya di Piala Eropa 2000.

Sebagai pelatih timnas, Didier Deschamps sukses mengantar Prancis ke final Piala Eropa 2016. Dua tahun berselang dia menghantar Les Bleus ke final Piala Dunia. Kinerja yang mengesankan. Dia berpeluang menjadi orang ketiga yang sukses di World Cup sebagai pemain dan pelatih.

Sejarah Piala Dunia mencatat baru dua orang yang pernah memenangi Piala Dunia dalam perannya sebagai pemain dan pelatih, yaitu Mario Zagallo (Brasil) dan Franz Beckenbauer (Jerman). Didier Deschamps berpeluang menjadi orang ketiga. Jalan ke sana terbuka lebar.

Lalu siapakah arsitek Kroasia? Dia bukan siapa-siapa bila dibandingkan nama besar Didier Deschamps. Manajer Kroasia, Zlatko Dalic sepi nian di jagat sepakbola Eropa apalagi dunia. Sebagai pemain dia pun sangat biasa. Bukan kelas bintang. Cari tahu via Om Google data dirinya tak banyak.

Pria kelahiran Livno, Bosnia dan Herzegovina 26 Oktober 1966 tersebut sungguh pelatih tak ternama. Minim nian ulasan tentang dirinya bahkan ketika Kroasia sudah berada di babak perdelapanfinal Piala Dunia 2018.

Sederhana dan berpembawaan tenang. Itulah profil Zlatco Dalic. Dia piawai memotivasi anak asuhnya manakala mereka berada dalam tekanan hebat. Dua kali Kroasia lolos dari drama adu penalti dan mengalahkan Inggris pada masa perpanjangan waktu di semifinal adalah sekilas indikasi tangguhnya mental para pemain dari Semenanjung Balkan tersebut.

"Ketika memasuki babak perpanjangan waktu saya harus tetap tenang, walaupun batin bergolak hebat. Malam ini kami tidak memainkan game terbaik, tetapi kami menunjukkan perjuangan dan karakter kami," kata Zlatko Dalic seusai laga melawan Inggris.

Boleh jadi faktor ketenangan itu karena Dalic tidak lupa berdoa sesuai keyakinan imannya. Dia mengaku sebagai putra altar pada masa bocah. "Di sebelah rumah orangtua saya ada biara Fransiskan di Gorica. Sebelumnya, pada waktu yang berbeda, saya adalah seorang putra altar, senang pergi ke gereja, ibu saya mengajari saya dan mengarahkan saya menjadi orang yang beriman sepanjang waktu, dan begitulah cara saya membesarkan anak-anak saya, dan setiap Minggu saya mencoba pergi ke ekaristi," katanya seperti dikutip dari HIDUPKATOLIK.Com.

Halaman
123
Penulis: dion_db_putra
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved