Berita Kota Kupang

Benarkah Selama 10 Memimpin NTT Ekonomi NTT Meningkat?

Tingkat kemiskinan selama kurun waktu 2011- 2017 meningkat, bagaimana dengan tingkat ekonomi NTT?

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Hermina Pello
POS KUPANG/TOMMY MBENU NULANGI
Kepala BPS NTT Maritje Pattieaellapia, SE, M.Si memberikan data pencapaian indikator strategis kepada Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya di Kantor BPS NTT, Jumad (6/7/2018). 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Tingkat pertumbuhan ekonomi dalam kurun waktu 2010- 2017 terus meningkat dan selalu di atas 5 persen.

Pertumbuhan ekonomi tahun 2010 sebesar 5,06 persen dan tahun 2017 menjadi 5,16 persen.

Kepala BPS Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia, SE, M.Si saat menyampaikan perkembangan indikator strategis selama 10 tahun kepemimpinan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya di Kantor BPS, Jumat (6/7/2018).

Menurutnya, sejak Agustus 2014, pertumbuhan ekonomi selalu di atas pertumbuhan nasional.

Dalam dimensi lain, kata Maritje, angka inflasi di Provinsi NTT berhasil ditekan.

Perkembangan inflasi tahun 2010 sebesar 9,73 persen dan tahun 2017 berhasil ditekan sampai angka 2 persen.

Maritje menjelaskan, hasil sensus ekonomi 2016 juga mencatat terjadi peningkatan jumlah usaha atau perusahaan dibandingkan sensus ekonomi tahun 2006.

"Jumlah perusahaan tahun 2006 sebanyak 287,1 ribu dan tahun 2016 menjadi 436,4 ribu atau naik sebesar 51,99 persen. Peningkatan sangat pesat terutama pada usaha skala mikro dan kecil," jelasnya

Mengenai tingkat penggangguran di NTT, menurut Maritje, mengalami peningkatan dalam kurun waktu tahun 2010-2017.

Tahun 2010, tingkat penggangguran terbuka sebesar 3,13 persen dan tahun 2017 meningkat menjadi 3,27 persen.

Selain itu juga, tingkat kemiskinan juga meningkat selama kurun waktu 2011- 2017, meski pada tahun 2014 sempat mengalami penurunan.

"Tingkat kemiskinan di NTT berada pada angka 20,48 persen, maka pada tahun 2017 meningkat menjadi 21,38 persen," ujarnya.

Namun jumlah masyarakat yang hidup dalam kemiskinan telah mengalami penurunan baik berdasarkan angka absolut maupun presentase jumlah penduduk.

"Tingkat keparahan kemiskinan juga telah berkurang. Namun kemiskinan tetap tersebar luas di NTT terutama di daerah pedesaan," katanya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved