Catatan Sepakbola
Panggung Para Pemain Muda
Argentina menyerah 3-4 melawan juara dunia 1998 Prancis di babak 16 besar. Gol Sergio Aguero sudah terlalu larut malam ketika
Penulis: dion db putra | Editor: Dion DB Putra
***
PIALA Dunia 2018 bukan lagi panggungnya Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Masa mereka sudah berlalu. Ini pesan penting dari Rusia bagi dunia.
Tahun ini adalah panggunya para pemain muda. Tiga nama pantas disebut yaitu pemain Prancis, Kylian Mbappe, kapten dan striker Inggris, Harry Kane, dan tukang jebol gawang dari Belgia, Romelu Lukaku.
Mbappe sudah unjuk kemampuan saat Prancis menyingkirkan Argentina di babak 16 besar. Golnya pada laga tersebut membuat Mbape untuk sementara mengoleksi tiga gol, hanya terpaut dua gol di belakang Harry Kane dan satu di belakang Romero Lukaku.
Mbappe yang baru berusia 19 tahun menorehkan prestasi istimewa dalam 60 tahun terakhir. Dia menjadi pemain muda pertama yang mencetak gol dalam pertandingan Piala Dunia sejak bintang Brasil, Pele melakukannya pada usia 17 tahun di Piala Dunia 1958.
Sementara Harry Kane, setelah empat musim beruntun mencetak 20 gol atau lebih di Liga Utama Inggris, kini dia memperlihatkan kemampuannya di panggung sepakbola terbesar sejagat.
Tidak hanya memimpin lini serang Inggris, ia bahkan dipercaya menjadi kapten tim nasional dalam usia masih 24 tahun. Padahal, di tubuh The Three Lions masih banyak pemain yang lebih senior darinya.
Sejauh ini Kane mampu menjalankan kedua peran tersebut secara baik. Selain memimpin daftar top scorer dengan koleksi lima gol, ia juga sukses membawa Inggris ke babak 16 besar. Di fase knock-out Inggris akan menghadapi Kolombia di Spartak Stadium, Selasa malam 3 Juli 2018 atau Rabu (4/7/2018) dini hari Wita.
Menurutnya, menjadi kapten Inggris sejauh ini masih cukup enteng karena mereka bekerja sebagai satu tim yang solid.
"Segala sesuatunya berjalan baik. Cukup mudah bagi saya karena memiliki banyak rekan yang siap membantu. Jika ada sesuatu yang salah, mereka akan dengan senang hati berbicara dengan manager atau dengan siapapun yang mereka butuhkan. Yang terpenting adalah melakukan apa yang seharusnya dilakukan," katanya.
Dalam laga melawan Kolombia, Selasa malam, Kane hampir pasti akan dikepung lini pertahanan Kolombia. "Dengan segala hormat, Harry Kane adalah pemain ikonik bagi Inggris yang mendemonstrasikan kemampuannya. Tapi kami tidak akan menghadapinya seorang diri. Di Inggris ada banyak pemain besar," kata gelandang Kolombia, Carlos Sanchez.
Kolombia sudah menyiapkan bek andalannya, Yerry Mina, untuk menghentikan pergerakan Kane. Bek berusia 23 tahun itu mengaku sudah tahu cara mematikan striker klub Tottenham Hotspur tersebut.
"Kami akan membuat permainan dia berjalan tidak mudah. Saya kira, ini bisa membantu karena Davinson bermain dengannya di Spurs. Dia telah berlatih dengannya setap hari selama setahun terakhir dan itu akan memberi dia pengetahuan ekstra tentang kualitasnya dan cara dia bermain," kata Mina.
Inggris dan Kolombia terakhir kali bertemu di Piala Dunia pada tahun 1998 di Prancis. Saat itu, Inggris menaklukkan Kolombia 2-0 di babak penyisihan grup lewat gol Darren Anderton dan David Beckham.
Inggris pun berharap kemenangan serupa terjadi di laga nanti malam. "Melawan Kolombia adalah partai terbesar Inggris dalam satu dekade terakhir," kata Pelatih Gareth Southgate seperti dikutip The Guardian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/timnas-inggris_20180625_102542.jpg)