Pilgub NTT

Victory-Joss Unggul Sementara Versi Quick Count, Mantan Ketua Golkar NTT Iban Medah Marah

Anggota DPD RI, Ibrahim Agustinus Medah, yang selama ini mendukung Victory-Joss menyatakan kemenangan Victory-Joss bukanlah kemenangan pasangan calon

Victory-Joss Unggul Sementara Versi Quick Count, Mantan Ketua Golkar NTT Iban Medah Marah
ISTIMEWA
Ibrahim Agustinus Medah 

 Laporan Reporter Pos-Kupang.com, Edy Royanto Bau

POS-KUPANG.COM | KUPANG – Pasangan Calon Gubernur Dan Wakil Gubernur NTT nomor urut 4, Viktor Laiskodat-Josef Nae Soi (Victory-Joss) unggul sementara dalam perhelatan pemilihan gubernur (Pilgub) NTT 2018.

Keunggulan sementara pasangan ini terlihat dari hasil penghitungan cepat (quick count) lembaga survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) dan juga data penghitungan cepat versi website Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca: Data Sementara Penghitungan Sementara Pilkada TTS Versi Paket Tahun-Konay dan Naitboho-Kase

Pasangan calon ini unggul atas pasangan calon lain dengan persentase 35 persen lebih.

Sedangkan tiga pasangan calon lainnya meraih suara di bawahnya.

Mantan Ketua Golkar NTT yang kini anggota DPD RI, Ibrahim Agustinus Medah, yang selama ini mendukung pasangan Victory-Joss menyatakan kemenangan pasangan calon Victory-Joss bukanlah kemenangan pasangan calon atau kemenangan tim suksesnya sendiri.

Baca: Ahmad Atang Sebut Politik NTT Bergeser dari Primordial ke Politik Rasional

Menurut mantan Bupati Kupang dua periode ini, Kemenangan yang diraih Victory-Joss membuktikan bahwa masyarakat NTT telah lama menunggu adanya perubahan.

“Jadi Kemenangan Victory Joss itu kemenangan masyarakat NTT, bukan hanya kemenangan Victory-Joss saja,” ujarnya saat menghubungi POS-KUPANG.COM, Kamis (28/6/2018) sore.

Lebih lanjut dikatakannya, kemenangan pasangan ini sebagaimana visi dan misi Victory-Joss yang menjanjikan untuk memperbaiki NTT yang miskin, tertinggal dan terbelakang serta adanya persepsi negatif berupa korupsi.

“Sesuai janji itu, maka masyarakat NTT sudah ingin untuk NTT dibebaskan dari penyakit kemiskinan, terbelakang dan korupsi sehingga memilih Victory-Joss,” jelasnya.

Baca: LIVE Trans TV Pukul 21.00 WIB Malam Ini, Jepang vs Polandia, Kagawa Hanya Butuh Hasil Imbang

Selain menyampaikan bahwa masyarakat NTT pantas merayakan kemenangan Victory-Joss, Medah juga menyatakan kemarahannya.

Dia marah terhadap adanya pernyataan tokoh tertentu yang dimuat di media massa yang seolah-olah tidak mau mengakui hasil penghitungan cepat versi lembaga survei.

“Ada pernyataan di media yang seolah-olah belum mau mengakui hasil quick count yang diumumkan dan menyatakan biarlah mereka bersenang-senang dulu,” ungkap Medah.

Menurutnya, pernyataan tokoh ini sama sekali tidak mendidik masyarakat. Karena ini mengundang kecurigaan terhadap yang membuat pernyataan. Bahwa mereka akan melakukan sesuatu yang berbeda dari hasil quick count.

Padahal, lanjutnya, semua sudah mengetahui bahwa di seluruh indonesia belum pernah ada quick cunt yang dirilis di media itu berseberangan atau bertentangan dengan real count.

Quick count ini, demikian Medah, dilakukan di seluruh provinsi lalu seluruh masyarakat di Indonesia mengakuinya.

Lalu satu orang saja di NTT yang seolah-olah tidak mau mengakui dan membuat pernyataan yang mencurigakan bahwa kemungkinan akan ada perbedaan tertentu.

“Ini pasti pernyataan yang dilatari pemikiran kalau bisa ada perubahan hasil. Berarti ada upaya untuk itu. Saya harap masyarakat NTT jangan terpengaruh,” tegasnya.

Jika tidak mengakui hasil quick count, kata Medah, sebaiknya tidak boleh membuat pernyataan statemen yang bisa ditafsir negatif oleh masyarakat dan memancing polemik.

“Saya sangat marah dengan statemen itu karena tidak mendidik masyarakat,” tambahnya.

Puji Sikap Satria Beny Harman

Medah juga memuji sikap calon gubernur Beny Kabur Harman yang secara terbuka telah mengakui kemenangan Victory-Joss.

Menurutnya, sikap Beny Harman adalah sikap politisi sejati yang patut diteladani generasi muda.

“Saya sangat menghormati sikap satria Pak Beny. Itu sikap satria. Tapi kalau yang buat pernyataan tidak mengakui itu bagaimana bisa jadi teladan untuk masyarakat,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Calon Gubernur Beny Harman langsung menggelar konferensi pers usai perhitungan suara pada Rabu (27/6/2018) malam.

Dalam konferensi pers itu, Beny Harman secara terbuka menyampaikan selamat kepada Pasangan Victory-Joss yang telah unggul versi perhitungan cepat lembaga SMRC.

Menurut Beny, sambal menunggu hasil perhitungan berjenjang di KPU selaku penyelenggara, hasil perhitungan cepat alias quick count itu secara ilmiah tak terbantahkan dan bisa dipertanggungjawabkan. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved