Pilkada Serentak 2018

Ahmad Atang Sebut Politik NTT Bergeser dari Primordial ke Politik Rasional

Dr. Ahmad Atang mengatakan dalam pilgub NTT tahun 2018, membuktikan politik di NTT telah bergeser dari politik primordial ke politik rasional.

Ahmad Atang Sebut Politik NTT Bergeser dari Primordial ke Politik Rasional
Dok
Drs. Ahmad Atang, M.Si

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang mengatakan dalam pilgub NTT tahun 2018, membuktikan bahwa politik di NTT telah bergeser dari politik primordial ke politik rasional.

Kondisi ini terlihat dari perhitungan cepat yang menempatkan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat -Josef Nae Soi atau Paket Victory -Joss pada urutan teratas perolehan suara.

Baca: Balai Monitoring Kelas 1 Kupang Siapkan 407 Kanal Frekuensi Radio

Ahmad mengatakan hal ini ketika dihubungi POS-KUPANG.COM, Kamis (28/6/2018). Menurut Ahmad, dengan kemenangan
Paket Victory -Joss dalam pilgub NTT tahun 2018 ini tidak mencerminkan adanya ikatan politik identitas, sehinggs secara faktual kondisi ini menggambarkan bahwa publik NTT sudah sangat cerdas dan dewasa dalam politik.

"Secara faktual, kondisi ini menggambarkan publik NTT sudah sangat cerdas dan dewasa dalam politik sehingga mampu mampu keluar dari bingkai politik primordialis. Dengan demikian, politik lokal di NTT sedang bergeser dari politik tradisional yang berbasis primordial ke politik rasional yang berbasis akal sehat," kata Ahmad.

Dijelaskan, hasil hitung cepat atau quick count yang dilakukan oleh lembaga survey telah menetapkan paslon Victory -Joss sebagai pemenang. Namun, lanjutnya, bahwa hasil perhitungan resmi dari KPU sebagai penyelenggara sedang dalam proses, tetapi dalam banyak pengalaman, hasil survey tidak jauh berbeda dengan hitungan resmi.

"Kemanangan Paket Victory- Joss telah mematahkan spekulasi dan diskursus tentang menguatnya politik identitas sebagai preferensi politik masyarakat NTT. Diskirsus ini beralasan karena NTT secara sosiologis sangat multikultur sehingga pertimbangan yang berbasis tradisional ikut bermain dan beroperasi dalam politik pilkada," katanya.

Dikatakan, dengan hasil pilkada yang dimenangkan oleh Victory -Joss tidak lagi mencerminkan adanya ikatan politik identitas.

Bahkan, lanjutnya, secara faktual kondisi ini menggambarkan jika publik NTT sudah sangat cerdas dan dewasa dalam politik sehingga mampu mampu keluar dari bingkai politik primordialis.

"Karena itu, aprasiasi kita berikan kepada paslon nomor urut 4 yang meraih dukungan masyarakat. Keberhasilan ini menurut saya merupakan kombinasi antara kapasitas paslon dan mesin partai. Jika figur yang mumpuni dan ditunjang oleh mesin partai yang bergerak secara masif maka hasil akhir adalah kemenangan," ujarnya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help