Pilihan Penggunaan Alas Kaki Saat Berkendara Pengaruhi Risiko Kecelakaan di Jalan Raya

Pilihan penggunaan alas kaki saat berkendara pengaruhi risiko kecelakaan di jalan raya. Benaran nih?

POS KUPANG
KOLASE POS KUPANG 

POS-KUPANG.COM - Pilihan penggunaan alas kaki saat berkendara pengaruhi risiko kecelakaan di jalan raya. Benaran nih?

Banyak orang yang punya kebiasaan menyetir mobil menggunakan sandal jepit karena dianggap lebih nyaman.

Padahal, kebiasaan ini justru berbahaya dan jadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas.

Mantan polisi sekaligus pakar keamanan lalu lintas dan kecelakaan tersertifikasi, John E. Langan menjelaskan, karena licin dan tidak kokoh, pengendara yang memakai sandal jepit justru menginjak dua pedal sekaligus.

Baca: Ternyata Sendal Jepit Bisa Merusak Kesehatanmu, Seperti Apa Itu?

Baca: Ini Alasan Wisatawan Asal Perancis Tak Bisa Melawan Saat Diperkosa di Labuan Bajo

Sandal jepit berpotensi terselip bahkan tersangkut pada pedal. "Mengemudi sebenarnya adalah salah satu aktivitas paling berbahaya yang pernah dilakukan rata-rata orang dalam hidupnya.

Karena itu, kenapa malah membuatnya lebih berbahaya lagi dengan menggunakan alas kaki yang tidak tepat?" kata John seperti dikutip Reader's Digest.

Manajer program training mengendara di kantor nasional AAA, William Van Tassel bahkan mengatakan bahwa berkendara tanpa alas kaki masih lebih baik daripada menggunakan sandal jepit.

Sementara itu, dikutip dari The Sun, meskipun tidak ada regulasi khusus yang melarang penggunaan sandal jepit untuk berkendara di Inggris namun pihak pemerintah melalui Drive & Vehicle Standards Agency (DVSA) menyarankan bahwa alas kaki yang nyaman dan tepat sangat penting bagi pengendara.

"Kami tidak merekomendasikan berkendara telanjang kaki karena kamu tidak akan mendapatkan tekanan pedal yang responsif, berbeda dengan jika menggunakan sepatu," demikian disampaikan DVSA. Meski secara sesifik menyebutkan "sandal jepit", namun DVSA menyarankan penggunan sepatu yang tepat untuk menghindari risiko kemungkinan terselip ke balik pedal atau tergelincir saat menginjaknya.

Baca: Kesal dengan Jerawat di Punggung, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Baca: Jerawat Pasir Sangat Mengganggu, Usir Dia Dengan Cara Sederhana Ini

Sementara itu, seperti dirilis oleh Advocate Health Care, terdapat temuan mengerikan di balik penggunan sandal jepit saat berkendara.

Dari polling yang dilakukan perusahaan asuransi Sheila's Wheels, ditemukan bahwa alas kaki yang terlalu tipis menyebabkan terjadinya rata-rata 1,4 juta potensi kecelakaan dalam setiap tahunnya.

Sheila's Wheels berharap semua pihak menganggap hasil riset tersebut sebagai potensi yang serius.

Mereka mengatakan bahwa berkendara dengan sandal jepit bahkan lebih berbahaya daripada menggunakan sepatu high heels.

Dibandingkan dengan sepatu tumit tinggi, penggunaan sandal jepit membutuhkan upaya lebih dalam segi kecepatan respons dalam memindahkan kaki dari satu pedal ke pedal lainnya.

Baca: Sudah Usia 40 Tahun Masih Jerawatan, Apa Penyebabnya, Yuk Tangani dengan Cara Ini

Baca: Zodiak Sebut, Kalau Marah Pisces Sering Sakiti Diri, Zodiak Lain Bagaimana?

Sepertiga dari 1.055 pengendara yang disurvei menyebutkan bahwa mereka menggunakan sandal jepit saat berkendara.

Sekitar 27 persen dari mereka setuju bahwa mengenakan sandal jepit kadang membawa ketidakberuntungan dalam berkendara, bahkan memiliki risiko kecelakaan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berkendara Pakai Sandal Jepit Lebih Bahaya daripada Pakai "High Heels"", 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved