Sentuhan Tangan Pasutri Pangeran Philip pada Ratu Elizabeth II Bukan Tanda Kasih Sayang?
Sentuhan tangan pasangan suami istri, Pangeran Philip pada Ratu Elizabeth II bukan tanda kasih sayang, lalu tanda apa sebenarnya?
POS-KUPANG.COM - Sentuhan tangan Pangeran Philip pada Ratu Elizabeth II bukan tanda kasih sayang, lalu tanda apa sebenarnya?
Pernikahan Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II sudah berjalan selama 70 tahun.
Meski tak muda lagi, pasangan ini masih saling berkomitmen satu sama lain.
Seorang ahli bahasa tubuh pun sempat mengungkapkan makna di balik sentuhan Pangeran Philip kepada sang istri.
Baca: Ratu Elizabeth II Hadiahi Ini ke Pangeran Hary dan Meghan, Pernah Jadi Kesayangan Raja Inggris!
Baca: Pewaris Tahta Kerajaan Inggris Diprediksikan, Menikahi Janda Tereliminasi, Jatuh ke William?
Dilansir tim Tribunstyle melaluib Grid.ID yang mengutip dari Good Housekeeping, Patti Wood, penulis SNAP dan Blanca Bocc menganalisis foto sang Ratu dan Pangeran Philip.
Wood mengungkapkan jika sentuhan Philip kepada sang Ratu itu tidak menunjukkan perubahan yang signifikan selama bertahun-tahun ini.

Keduanya memang bukan pasangan yang kerap mengumbar kemesraan di hadapan publik.
Hal itu dimaklumi karena generasi yang lebih tua memang sedikit lebih kaku.
Selama 70 tahun hidup bersama, Ratu dan Duke of Edinburgh telah menjalani masa tugas kerajaan.
Bahkan, sempat muncul dugaan ada perselingkuhan saat itu di antara mereka.
Namun, ada satu komitmen yang tak pernah berubah selama ini.
Baca: Apa Lagi Ini, Princess Diana Pernah Berselingkuh dengan Barry Mannakee, Pengawal Pribadinya?
Baca: Terekam dan Terpublikasi Percakapan Genit Pangeran Charles dan Camilla, Bikin Ratu Malu
Baca: Cinta Sejati Lady Diana Bukan Untuk Pangeran Charles, Tapi untuk Pria Pakistan Ini, Benarkah?
"Ketika Anda melihat Pangeran dan Ratu di luar formalistas kerajaan, Anda pasti bisa melihat betapa Pangeran Philip mencintai Ratu Elizabeth", kata Cobb.
Menurut Wood, dibeberapa foto sang Ratu memang ingin menegaskan kemandiriannya.
Ia selalu berusaha untuk dilihat sebagai dirinya sendiri.
Sementara itu, Pangeran Philip memang membiarkan sang istri untuk memimpin.