Polisi Tembak Warga Sumba Barat

YLBHI Serukan Polisi Harus Profesional. Komnas HAM dan LPSK Diminta Lakukan Hal ini

Meminta KOMNAS HAM melakukan penelitian terhadap dugaan pelanggaran HAM di dalam peristiwa Marosi dan mengawal proses-proses penyelidikan Mabes Polri.

Penulis: Fredrikus Royanto Bau | Editor: Fredrikus Royanto Bau
ISTIMEWA
Inilah lokasi penembakan warga sumba barat di Pantai Marosi. Tampak dalam gambar, ada seorang anggota polisi mengancungkan pistolnya. 

Selain itu lebih dari 10 orang mengalami kekerasan dari aparat Polres Sumba Barat.

Terhadap kasus ini, YLBHI  menyerukan polisi harus profesional dan menyampaikan tiga tuntutannya antara lain;

Baca: BREAKING NEWS! Siswi SMPN Wulanggintang Tenggelam di Perairan Pantura Flores Timur

1. Menuntut Mabes Polri mengusut tuntas kasus penembakan di Marosi.

Penyelidikan kasus ini harus ditarik di bawah pengawasan langsung Mabes Polri demi meminimalisir conflict of interest  dan memastikan penyidikan berjalan secara objektif dan professional.

Tidak menyederhanakan kasus ini sebagai pelanggaran etik semata, melainkan melakukan penyelidikan lebih dalam atas dugaan kejahatan atau tindak pidana kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan kematian.

2. Meminta KOMNAS HAM melakukan penelitian terhadap dugaan pelanggaran HAM di dalam peristiwa Marosi dan mengawal proses-proses penyelidikan Mabes Polri.

Baca: Kuasa Hukum Korban Sebut Ada Kebohongan Besar. Akan Lapor Komnas HAM hingga Presiden

3. Meminta LPSK aktif memberikan perlindungan terhadap keluarga korban dan saksi-saksi terhadap kemungkinan intervensi dan intiminasi-intimidasi di lapangan.

Pihak kepolisian dari Polres Sumba Barat maupun dari Polda NTT telah membantah bahwa tidak ada anggota polisi yang melakukan penembakan.

Dari hasil autopsi, kata polisi, tidak ditemukan proyektil peluru. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved