Polisi Tembak Warga Sumba Barat
Keluarga Korban Penembakan Tuntut Pelaku Diproses Hukum
Pada saat menggelar pertemuan dengan komisi A, tiba-tiba saja mendengar kabar terjadi bentrokan hingga jatuh korban jiwa.
Penulis: Petrus Piter | Editor: Fredrikus Royanto Bau
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM|WAIKABUBAK – Keluarga dari dua korban penembakan oleh polisi di Wumba Barat menuntut agar pelaku diproses hukum.
Hal ini disampaikan Anggota DPRD Sumab Barat, Lukas Lebu Gallu, saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Selasa (24/4/2018) malam.
Dia mengaku baru saja tiba di kediamannya di Lamboya setelah mengantar korban penembakan di RSUD Waikabubak.
Baca: MANTAP! Tanggapi Surat Bupati Lembata, Kemenhub Sudah Beri Lampu Hijau
Menurutnya, kalau saja semua pihak bersabar dan menahan diri maka peristiwa tersebut tidak akan terjadi.
“Keluarga korban mendesak anggota kepolisian yang melakukan penembakan harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Lukas.
Selain itu, keluarga korban juga meminta pemerintah harus mempertanggungjawabkan keputusannya untuk terus melakukan pengukuran meskipun mendapat reaksi keras penolakan dari warga selaku pemilik tanah.
Baca: Ternyata Ada Tim Jebol E-KTP di Lembata, Ini Tugas Mereka
Lukas menambahkan, sebelum terjadi pengukuran, Selasa (25/4/2018) pukul 12.30 wita sejumlah warga mendatangi DPRD Sumba Barat mengadukan rencana dinas pertanahan dan BPN melakukan pengukuran tanah milik PT. Sutra Marosi Kharima di Desa Patiala Bawah, Kecamatan Lamboya meskipun ditentang warga.
“Sejujurnya warga tidak menolak pengukuran itu. Warga hanya meminta pemerintah datangkan dahulu pembeli pertama,” kata Lukas.
Namun, pada saat menggelar pertemuan dengan komisi A, tiba-tiba saja mendengar kabar terjadi bentrokan hingga terakhir jatuh korban luka dan meninggal dunia.
Baca: WADUH! Baru Diperbaiki, Jembatan Sepanjang 100 Meter di Nagekeo ini Tinggal Rangka Besi
Seperti diberitakan, Nasib naas menimpa Poro Duka (40), warga Desa Patiala Bawah, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat.
Dia tewas ditembak saat terjadi bentrokan antara warga dengan polisi di desanya, Selasa (25/4/2018) sekitar pukul 15.30 wita.
Selain Poro Duka yang tewas, ada juga satu korban lainnya, Matti Uku menderita luka tembak dua kali di kakinya kini dirawat di RSUD Waikabubak. (*)