Wow! Meski Hamil Besar, Jaksa Perempuan Henderina Malo Berani Hadapi Ratusan Pendemo
Keren, meski dalam keadaan hamil besar, jaksa perempuan ini, Henderima Malo, berani menghadapi ratusan pendemo.
Penulis: OMDSMY Novemy Leo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Novemy Leo
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Keren, meski dalam keadaan hamil besar, jaksa perempuan ini, Henderina Malo, SH, MH berani menghadapi ratusan pendemo.
MENGAWALI Kariernya di Kejaksaan tahun 1997 lalu, Henderina Malo, masuk dengan golongan II sebagai tenaga administrasi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.
Baca: Henderina Malo Kasih Tips Bagaimana Perempuan Bisa Jadi Inspirasi Bagi Banyak Orang
Baca: Heboh! Jaksa Cantik Shirley Manutede Ajak Perempuan Jadi Good Driver, Apa Maksudnya?
Baca: Jaksa Perempuan Ini Bikin Terobosan E-Monev untuk Surat-Surat, Kajati NTT Langsung Setuju, Kenapa?
Dalam menjalani pekerjaannya itu, Ina selalu didorong oleh ibunya untuk terus meningkatkan pendidikannya meski telah bekerja sebagai seorang pegawai negeri sipil.

"Satu hal yang selalu mama katakan kepada saya, bahwa masa muda jangan disia- siakan, kita meskipun perempuan harus terus mengejar pendidikan yang tinggi demi masa depan yang lebih baik," kata Ina.
Ina yang sempat kuliah di Fisip Undana Kupang pada tahun 1994, karena ingin menjadi jaksa kemudian banting setir, kuliah di Fakultas Hukum UKAW Kupang tahun 1997 dan tamat tahun 2001 dengan gelar Sarjana Hukum (SH), kemudian pada tahun 2012 melanjutkan pendidikan magister hukum di Univ. Nusa Cendana dan tamat pada tahun 2014.
Baca: Temuan Baru! Kelebihan Gula Bikin Kehidupan Intimmu Kacau, Ini Penjelasannya
Baca: Saat Intim, 4 Hal ini Jadi Kekuatiran Pasangan, Apa Saja?
Baca: Hotman Paris Tantang 6 Perempuan Ini Menikahinya, Hadiahi 1 Lamborghini per Orang!
Ina kemudian berjuang untuk menjadi seorang jaksa, dan setelah menjalani pendidikan jaksa pada tahun 2006 Ina ditempatkan di Ba’a, Kabupaten Rote Ndao.
Ina kemudian pindah menjadi jaksa di Kejaksaan Negeri (kejari) Maumere pada tahun 2007. Kariernya gemilang, dua tahun kemudian Ina bisa menduduki jabatan Kepala Seksi (Kasi) Pidsus sejak tahun 2009- 2012.

Setelah pindah ke Kejati NTT, Ina melanjutkan pendidikan dan mendapat gelar magister hokum tahun 2015. Ina kemudian menjabat sebagai Kasi Eksekusi dan Eksaminasi Pidsus di Kejati NTT hingga tahun 2017. Dan kini, Ina duduk di jabatan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (kejari) Kota Kupang.
Kariernya sebagai jaksa hingga saat ini diperoleh Ina dari kerja kerasnya selama ini. “Apapun pekerjaan kita, cintailah pekerjaan itu sehingga pekerjaan itu bisa dijalani dengan baik dan penuh tanggungjawab. Apapun yang dikerjakan harus dikerjakan sampai tuntas, setiap masalah dan tantangan harus dihadapi dan diselesaikan dengan baik, tidak ada masalah yang tidak terselesaikan asal kita mau berdoa dan berusaha,” kata ibu dari Exan, Ryan, Kezya dan Darrel ini.
Baca: Hal Kecil Ini Bisa Bikin Pasangan Saling Berselingkuh Loh, Bagaimana Mengatasinya?
Baca: Suami dan Selingkuhan Sewa Pembunuh Bayaran untuk Menembak Istrinya, Begini Akhir Ceritanya
Menjadi seorang jaksa apalagi saat menangani berbagai perkara baik pidana umum maupun pidana khusus, bukanlah perkara gampang, apalagi bagi seorang perempuan.
Kredibilitas, profesional bahkan nyawa pun menjadi taruhan, sebab banyak sekali pihak berperkara memiliki kepentingan dan tidak senang menjalani proses hukum.
Dari mulai imingan uang hingga ancaman terhadap diri dan keluarga, menjadi tantangan tersendiri bagi Ina. Namun tantangan itu bisa dilalui Ina.

“Almarhumah Mama sering berpesan kepada saya, bahwa hidup tidak selamanya berjalan mulus, karena akan selalu ada keadaan yang berubah dan tantangan yang berbeda setiap waktu. Dan setiap tantangan dan keadaan apapun harus kita hadapi, jangan menyerah, itu baru namanya ksatria. Dan ini yang selalu saya tekankan pada diri saya, juga kepada anak-anak saya dan teman-teman lain,” kata Ina.
Baca: 5 Tips Praktis Hemat Listrik di Rumah, Kantongmu Ga Bakalan Tekor
Baca: Pasanganmu Membosankan, Pasti Dia Termasuk dalam Zodiak-Zodiak Ini
Bahkan pernah suatu waktu, saat menangani satu perkara yang menarik perhatian di Maumere, selama proses hukum berjalan, ancaman dan aksi demo dari ratusan bahkan ribuan massa, mampu dihadapinya. Padahal saat itu, Ina tengah hamil besar.
Tantangan demi tantangan yang telah dilaluinya itu menjadi sebuah pengalaman berharga dalam pembentukan mental, karakter dan kariernya.

"Saya yakin, semua itu ada dalam rancangan Tuhan. Tuhan memberikan pengalaman yang berbeda untuk setiap orang dan saya bersyukur telah diijinkan untuk melewati semua hal itu. Saya melewati semua itu dengan doa, sebagai kekuatan terbesar dari Tuhan serta dukungan dari keluarga, suami dan anak-anak," kata Ina.
Ina mengatakan, pada dasarnya setiap manusia diciptakan oleh Tuhan dan ditempatkan di dunia ini dengan peran dan tujuan masing-masing dengan tujuan untuk kebaikan, sehingga tidak ada seorang manusia pun yang buruk.
Baca: Heboh! di Kepala Remaja Ini Bersarang Ratusan Hewan Menjijikan Ini
Baca: Heboh! Pria Ini Bilang Gerak Tangan dan Gerak Otak Jokowi Tidak Sinkron Saat Pidato
Baca: Heboh! Kakek Berusia 60 Tahun Ini Masukkan Kabel Telepon ke Organ Vitalnya, Ini Tujuannya
"Tinggal bagaimana kita mencari, menemukan, mengeksplor dan mengembangkan setiap talenta kebaikan yang ada di dalam diri kita untuk menjadi berkat bagi banyak orang,” kata Ketua BP3J pada Gereja GMIT Lahairoi Tuak Sabu Lasiana Kupang ini. (*)