Gempa Tektonik Guncang Sumba Timur, Ini Imbauan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG

Hari Sabtu, 7 April 2018 pukul 03.19.25 WIB, wilayah Kabupaten Sumba Timur diguncang gempa bumi tektonik.

Penulis: Maria Enotoda | Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto Gempa Tektonik Guncang Sumba Timur, Ini Imbauan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG
(USGS)
lustrasi peta digital gempa Bumi di kawasan Pulau Sumba, NTT, Jumat (30/12/2016).

Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Maria A E Toda

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Hari Sabtu, 7 April 2018 pukul 03.19.25 WIB, wilayah Kabupaten Sumba Timur diguncang gempa bumi tektonik.

Melalui siaran pers yang diperoleh Pos- Kupang.Com, hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa bumi berkekuatan M=5,1 terjadi dengan koordinat episenter pada 9,56 LS dan 119,97 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 17 km arah barat Kota Nata, Kabupaten Sumba Timur pada kedalaman 81 Km.

Baca: Leonardus Tewas Diseret Banjir Saat Mandi di Kali Tengku Tok, Kondisinya Menyedihkan

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Drs. Moch Riyadi, M.Si. dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan, dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan di Waingapu II SIG-BMKG (IV MMI), Ruteng dan Bima I SIG-BMKG (II MMI).

Berdasarkan laporan masyarakat gempa bumi ini dirasakan di Waingapu II SIG-BMKG (III MMI). Guncangan gempa bumi ini belum menimbulkan kerusakan.

Baca: David Rasi Membeberkan Perlakuan 11 Orang yang Menganiayanya, Sangat Kejam dan Mengerikan

"Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia," ujar Riyadi.

Hal ini sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukkan bahwa gempa bumi di lokasi tersebut dibangkitkan oleh turun (normal fault).
Hingga pukul 03.52 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya," kata Riyadi. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved