Biarawati di Manggarai Barat Dukung Polres Mabar Usut Perekrutan Tiga Gadis
Biarawati Suster Maria Yosephina Pahlawati, mendukung langkah Polres Mabar menelusuri proses perekrutan tiga gadis menjadi PRT ke Jakarta.
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Servatinus Mammilianus
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Aktivis dari Rumah Singgah Perlindungan Perempuan dan Anak Labuan Bajo, Suster Maria Yosephina Pahlawati, mendukung langkah Polres Manggarai Barat (Mabar) untuk menelusuri proses perekrutan tiga orang gadis yang hendak dibawah ke Jakarta untuk bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT).
Tiga orang gadis asal Manggarai Timur itu, diperiksa oleh polisi di Polres Mabar pada Hari Kamis (5/4/2018), terkait dokumen perjalanan mereka.
Baca: Kenapa Pendemo Trafficking Menyasar Tugu Meriam di Kantor Gubernur NTT, Ini Jawabannya!
Baca: Ini Fakta-fakta Kasus Trafficking Adelina Sau yang Diungkapkan Polres TTS
Baca: VIDEO : Reaksi Rakyat NTT Saat Esthon Chris Masuk Studio Debat Pilgub NTT
Baca: Biarawati ini Kuatir, Polisi Belum Beritahukan Dimana Keberadaan Tiga Gadis Calon TK yang Tertangkap
Walaupun polisi menyatakan berkas dokumennya lengkap, namun Suster Yosephina berharap agar pihak kepolisian harus tetap menelusuri proses perekrutannya.
"Kami dukung pihak kepolisian karena semuanya demi kebaikan bersama. Khususnya demi tenaga kerja yang bersangkutan. Tentu kita harus tahu kerjanya di mana, kerjanya apa, siapa yang rekrut dan perusahan apa," kata Suster Yosephina kepada poskupang.com, Kamis (5/4/2018) malam.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, ketiga orang tenaga kerja itu, yakni Yuliana Limas (18), Servian Odjin (26) dan Jamiana Nurti (26).
Kapolres Mabar AKBP Julisa Kusumowardono, SIK, kepada Pos-Kupang.Com, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan, ketiga orang itu memiliki dokumen termasuk rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja Matim.
Baca: Warga NTT dan Keluarga Korban Traffciking Usung dan Bawa Peti Mati ke Kantor-Kantor Ini
Baca: Pendemo Human Trafficking Desak Kapolda NTT Keluar Ruangan Temui Mereka di Halaman Polda NTT
Namun seorang pengacara asal Manggarai, John Tanggur, merasa ada yang janggal dari ketiga orang itu saat dirinya mencari tahu tentang identitas dan maksud mereka ke Jakarta.
John saat itu merupakan orang pertama yang menginformasikan kepada wartawan tentang ketiga tenaga kerja itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tki-ilegal-labuan-bajo_20180406_065010.jpg)