Wakapolres Lembata: Lewotolok-Tanjung Lembata Memanas Lagi, Angkut Bila Ada yang Bertindak Anarkis!

Bahkan warga yang sedang dalam perjalanan keluar dari Tanjung pun dipaksa turun dari kendaraan lantas diinterogasi.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Wakapolres Lembata, Kompol Riwu Lambertus 

Tapi masalah utama yang menyebabkan munculkan ketegangan itu, adalah ketidaksepakatan tetua adat soal persehatian batas ulayat antara warga di Tanjung dan warga Lewotolok.

Lantaran kedua pihak mempertahankan kebenaran sesuai versi cerita masing-asing, maka ketegangan pun akhirnya terjadi di antara para warga.

Bila pada Sabtu (3/3/2018) pekan lalu masyarakat di Tanjung berkumpul di Namang, Desa Dulitukan dengan membawa aneka peralatan senjata tajam, maka kali ini warga Lewotolok yang melakukan hal tersebut.

Tindakan warga Lewotolok justru lebih berani, karena sejumlah oknum warga melakukan penghadangan dan pemblokiran jalan sambil mereka membawa serta senjata tajam.

Faktor itulah yang mendorong aparat Polres Lembata mengambil tindakan tegas.

"Bapak Kapolres memerintahkan agar oknum yang melakukan tindakan anarkis, diangkut ke Polres untuk diproses secara hukum. Dan, itu sudah kami lakukan," tandas Kompol Riwu. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved