Gedung Sekolah Diterjang Puting Beliung, DPRD Manggarai Barat Minta Pemda Pakai Dana Bansos
Bantuan terhadap para korban bencana bisa menggunakan anggaran tak terduga atau dana bantuan sosial.
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Fredrikus Royanto Bau
Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Servan Mammilianus
LABUAN BAJO, POSKUPANG.COM -Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Marsel Jeramun, meminta pemerintah setempat menggunakan anggaran bantuan sosial atau dana tak terduga untuk menangani bencana yang terjadi di daerah itu.
"Kalau dari sisi anggaran, saya kira tidak ada masalah untuk menangani bencana alam yang terjadi.
Bantuan terhadap para korban bencana bisa menggunakan anggaran tak terduga atau dana bantuan sosial," kata Marsel.
Baca: Prihatin! Setelah Dikoyak Puting Beliung, Begini Kondisi SDN Wae Liang Sekarang
Menurutnya, anggaran tak terduga yang disiapkan dalam APBD sekitar Rp 10 sampai Rp 15 miliar. Sedangkan dana bantuan sosial sekitar Rp 7 hingga Rp 10 miliar.
"Bisa gunakan anggaran itu tetapi memang kita harus memahami regulasi yang ada" kata Marsel.
Dia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendata secara langsung bencana yang terjadi dan tidak hanya menunggu laporan.
Sebelumnya diberitakan, fasilitas mebel di ruangan kelas dua dan tiga SDN Wae Liang, Desa Repi, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Mabar, memprihatinkan.
Baca: Dua Ruang Kelas SDN Wae Liang, Manggarai Barat Roboh Seketika Akibat Puting Beliung
Pasca robohnya dua ruangan itu akibat puting beliung, orang tua murid membangun ruang pengganti secara darurat.
Namun fasilitas mebel yang ikut rusak saat bencana, mengakibatkan sejumlah murid terpaksa menggunakan mebel rusak yang telah diperbaiki seadanya.
Sebagian murid lainnya terpaksa menggunakan mebel darurat yang dibuat menggunakan kayu dan bambu lalu ditanam langsung ke tanah.
Ruangan kelas darurat juga ada yang masih menggunakan atap dari daun alang alang.
Sementara itu Kepala BPBD Mabar, Don Jaghur menyampaikan bahwa pihaknya tidak menyediakan bantuan mebel tetapi hanya seng dan paku.
Bantuan itu disiapkan untuk membantu korban bencana di semua wilayah Mabar. (*)