Prihatin! Setelah Dikoyak Puting Beliung, Begini Kondisi SDN Wae Liang Sekarang
Fasilitas mebeler di ruangan kelas dua dan tiga SDN Wae Liang, Desa Repi, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Mabar, memrihatinkan.
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Kanis Jehola
Laporan wartawan Pos Kupang.Com, Sercantinus Mamillianus
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Fasilitas mebeler di ruangan kelas dua dan tiga SDN Wae Liang, Desa Repi, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), memrihatinkan.
Setelah robohnya dua ruangan itu akibat puting beliung, orangtua murid membangun ruang pengganti secara darurat.
Namun fasilitas mebeler yang ikut rusak saat bencana, mengakibatkan sejumlah murid tidak bisa lagi menggunakan mebeler.
Murid-murid hanya menggunakan mebeler rusak yang telah diperbaiki seadanya. Sebagian murid lainnya terpaksa menggunakan mebeler darurat yang dibuat menggunakan kayu dan bambu lalu ditanam langsung ke tanah.
Wakil Ketua DPRD Mabar, Abdul Ganir, membenarkan itu kepada Pos-Kupang.Com, Kamis (22/2/2018).
Dia mengatakan itu setelah mengunjungi sekolah tersebut, Rabu (21/2/2018). "Saya sudah mengunjungi sekolah itu kemarin hari Rabu. Ternyata memang masih banyak kendala yang dialami murid-murid dan para guru, khususnya terkait dua ruangan yang sebelumnya roboh. Di dua ruangan itu mebelernya sangat kurang. Mebeler yang dipakai adalah mebeler rusak yang sudah diperbaiki seadanya. Namun banyak yang gunakan mebeler darurat yang ditanam," kata Ganir.
Dia berharap agar Pemkab Mabar segera menyelesaikan persoalan mebeler di sekolah itu.
Sebelumnya diberitakan, angin puting beliung di Repi, Lembor Selatan, Manggarai Barat (Mabar) pukul 07.26 Wita, Senin (29/1/2018) mengakibatkan robohnya dua ruangan kelas di SDN Wae Liang. Dua ruangan itu, yakni kelas dua dan tiga yang berada dalam satu unit yang sama. (*)