Gerhana Bulan Merah Darah, Ini Mitos yang Masih Dipercaya. Salah Satunya Terkait Wanita Hamil

Gerhana bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan.

Editor: Bebet I Hidayat
YouTube
Gerhana bulan merah darah terjadi 27 September 2015 

Mitos ini sangat berkembang di masa Yunani Kuno.

Masyarakat di zaman itu menganggap gerhana sebagai bencana karena berdasar pada arti kata tersebut.

Kata gerhana (eclipse) sebenarnya berasal dari bahasa Yunani Kuno 'ekleipsis' yang artinya 'ditinggalkan'.

3. Bulan Dimakan Makhluk Seram

Baca: Abrasi Ancam Rumah Warga Desa Watumilok, Kabupaten Sikka

Di beberapa belahan dunia, banyak orang yang meyakini gerhana itu terjadi karena bulan atau matahari dimakan oleh sesuatu.

Selain dimakan, matahari atau bulan ini pun pasti akan dicuri ke antah berantah.

Misal, pada mitologi kuno yang mengatakan matahari hilang karena dicuri atau dimakan serigala.

Agar serigala ketakutan dan memuntahkan kembali sang bulan, orang-orang harus membuat suara berbisik dengan memukul benda-benda yang ada di dalam rumah.

Mitos ini pun tumbuh di Tiongkok.

Baca: Tak Biasa! Pasangan Ini Menikah di Kamar Mandi, Alasannya Bikin Trenyuh

Masih banyak masyarakat Tiongkok percaya gerhana bulan terjadi lantaran ada seekor naga yang marah dan memakan bulan.

Untuk menghindari hal itu, biasanya masyarakat Tiongkok akan membunyikan petasan agar naga-nya ketakutan.

Selain di Tiongkok, ternyata mitos ini berkembang di Indonesia, tepatnya di Bali.

Namun yang membedakan hanyalah bentuk makhluk seram yang muncul.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved