Menteri Eko Putro Serahkan Izin Pemanfaatan Tanah Transmigrasi Melolo kepada PT MSM

Menteri Eko Putro menyerahkan ijin pemanfaatan tanah kepada PT. MSM yang diterima COO PT. MSM, Raphael Susanto.

Menteri Eko Putro Serahkan Izin Pemanfaatan Tanah Transmigrasi Melolo kepada PT MSM
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjoyo berada di kawasan transmigrasi Melolo, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (19/1/2017). 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS KUPANG.COM | WAINGAPU - Selain mengunjungi perkebunan tebu mili PT Muria Sumba Manis (MSM) di Wanga, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjoyo bertandang ke kawasan transmigrasi Melolo, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (19/1/2017).

Menteri Eko Putro didampingi Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, Ketua DPRD Sumba Timur, Palulu Pabundu Ndima, Chief Operating Officer (COO) PT. MSM Raphael Susanto dan Sekda Sumba Timur, Juspan.

Saat berada di Transmigrasi Melolo, Menteri Eko Putro berdialog dengan warga transmigrasi yang adalah karyawan PT. MSM.

Baca: Oesman Sapta Legowo Jika Wiranto Kembali Pimpin Hanura

Pada kesempatan itu, Menteri Eko Putro menyerahkan ijin pemanfaatan tanah kepada PT. MSM yang diterima COO PT. MSM, Raphael Susanto.

Menteri Eko Putro mengatakan kerja sama kolaborasi antara Kementerian DPDT dan Transmigrasi, pemerintah daerah Sumba Timur dan PT. MSM di kawasan Transmigrasi Melolo merupakan model.

Menurutnya, kerja sama dimaksud salah satu bentuk Pulkades dimana desa-desa itu miskin karena desa skala tidak focus produksinya kecil maka tidak mungkin pasca panen masuk harga jualnya bermasalah.

Baca: VIRAL! Wanita Ini Melahirkan Kucing dan Mengabadikannya Lewat Pemotretan yang Tak Biasa

Dengan kerja sama ini, jelas Menteri Eko Putro, dibuat dengan skala besar kolaborasi dengan dunia usaha dimana masyarakat yang punya tanah dan menanam.

"Jadi pendapatan masyarakat ada jaminan sehingga masyarakat bisa pendapatanya terjamin dan resikonya kecil dan mendapatkan bantuan perbankan, nah model ini yang kita terus kembangkan," katanya.

Menteri Eko Putro mengatakan terkait kerja sama dalam kawasan transmigrasi tersebut dari PT. MSM sekitar 20 ribu hektar, dan dari PT. MMA sekitar 6 ribu hektar sebagian besar merupakan tanah milik masyarakat Transmigrasi yang diusahakan dua perusahan itu paling tidak menciptakan lapangan pekerjaan lebih dari 26.000 orang.

Baca: Hanya Karena Kelelawar, Suplai Listri PLN di Welak dan Labuan Bajo Terganggu

"Jadi mudah-mudahan di Sumba Timur bukan hanya kita mengangkat masyarakat miskin, tapi menjadi sentra kawasan ekonomi khusus (KEK) yang kita harapkan juga menarik masyarakat miskin dari daerah sekitarnya atau kabupaten sekitarnya," kata Eko Putro.

Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali berharap agar kedatangan Menteri Eko Putro dapat lebih meningkatkan perhatian ke wilayah Sumba Timur terutama kerja sama yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan Transmigrasi untuk di pakai oleh masyarakat dan produk dari itu disampaikan ke perusahaan PT.MSM.(*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved