Lomba Dansa Diadopsi dari Portugis. Momen Unik ini Hanya Terjadi di Nusa Tenggara Timur

Sore itu di akhir bulan November 2017 lalu, ribuan penonton berkumpul menyaksikan atraksi puluhan pasangan

Editor: Dion DB Putra
KOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BERE
Para peserta lomba dansa menunjukkan kebolehannya di depan kantor Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (24/11/2017). 

POS KUPANG.COM - Teriakan ribuan penonton bergemuruh saat lima pasangan pedansa mulai menampilkan aksinya masing-masing. Gerakan lincah dari para pasangan berputar meliuk liuk berlompatan di halaman Kantor Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sore itu di akhir bulan November 2017 lalu, ribuan penonton berkumpul menyaksikan atraksi puluhan pasangan peserta lomba dansa dalam acara Worderful Indonesia Dance Festival yang dihelat selama dua. Hari itu merupakan puncak kegiatan yang diikuti pedansa profesional.

Alunan musik dan lagu berirama waltz yang dinyanyikan dua penyanyi lokal menjadi pembuka lomba dansa. Sebanyak 42 pasangan yang lolos ke babak berikutnya setelah menyisihkan ratusan pasangan peserta lainnya, dibagi masing-masing menjadi lima pasangan.

Setelah selesai lagu pertama, berlanjut lagu kedua berirama cepat yakni caca. Pada lagu ini, peserta pun langsung bergerak lincah melompat, berputar dan berayun dengan gesit, sehingga sorak penonton disertai tepuk tangan pun tak terbendung lagi.

Para peserta lomba dansa di Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur
Para peserta lomba dansa di Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (KOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BERE)

Suguhan yang menarik itu, membuat para penonton bergeming dan terus saja menyaksikan acara yang baru pertama digelar di kabupaten yang berbatasan langsung Distrik Oeskusi, Timor Leste itu.

Dari 42 pasangan yang tampil, akhirnya 12 pasangan dinyatakan lolos ke babak semifinal (dua pasang dari Timor Leste). Mereka kembali menunjukkan kebolehannya dan akhirnya dewan juri memutuskan enam pasang yang berpenampilan terbaik, masuk ke babak final.

Dewan juri lomba dansa yang diketuai Boy Salasa memutuskan para pemenang yakni enam pasangan terbaik dari kategori umum dan enam pasangan terbaik dari kategori mahir.

Para pemenang memeroleh hadiah uang tunai mulai dari Rp 1 juta (juara ke-6) hingga Rp 2.750.000 (juara pertama), piagam penghargaan dan piala.

Para peserta lomba dansa di Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur
Para peserta lomba dansa di Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (KOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BERE)

Adapun nama nama pemenang untuk kategori umum, Hekser dan pasangannya (juara 6), Daniel B Suri dan pasangannya (juara 5), Anselmus Halla dan pasangannya (juara 4), Anna Bria dan pasangannya (juara 3), Jenisius Bana dan pasangannya (juara 2) dan Ronal Arival Bongo dan pasangannya (juara 1).

Untuk kategori mahir, Inacio Salu dan pasangannya (juara 6), Oddye Lake dan pasangannya (juara 5), Amado dan pasangannya (juara 4), Monyea Nahak dan pasangannya (juara 3) Day Banani dan pasangannya (juara 2) dan Steven Alexander Kefi dan pasangannya (juara 1).

Dansa Jadi Tradisi Orang Timor

Dansa telah menjadi tradisi orang Timor pada umumnya yang diadopsi dari Portugis dan Belanda.

Dalam pesta pernikahan dan syukuran lainnya, dansa menjadi bagian yang wajib ada bahkan dianggap sebagai puncak acara syukuran. Artinya tak ada pesta tanpa dansa.
Baik di kota maupun di desa-desa, kesenian warisan kolonial itu berkembang sangat cepat semua kalangan menikmatinya baik dari anak-anak hingga usia lanjut.

Para peserta lomba dansa menunjukkan kebolehannya di depan Kantor Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (24/11/2017).
Para peserta lomba dansa menunjukkan kebolehannya di depan Kantor Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (24/11/2017). (KOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BERE)

Dalam pesta nikah misalnya, beberapa acara seperti petuah atau sambutan, pemotongan kue pengantin resepsi dan lainnya hanya dilakukan selama 1,5 jam hingga 2 jam, sedangkan dansa dilakukan hingga pagi hari.

Di Kabupaten TTU dan Distrik Oekusi, Timor Leste, Kabupaten Malaka dan Belu, tradisi dansa sudah menguat dan mengakar dalam keseharian masyarakat. Masyarakat dari dua negara yang berbeda itu memiliki kesamaan atau corak dansa gaya Timor.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved