Ini Kata Hendrikus Djawa soal polemik Universitas PGRI NTT

Apa yang kita salah menolong orang. Saya bilang, kalau saya menolong orang itu salah, saya siap masuk penjara atau mati hari ini.

Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko

BICARANYA sangat lancar. Dengan detail, Hendrikus Djawa menceritakan polemik saat Universitas PGRI NTT mewisuda para mahasiswa di Hotel Aston Kupang, 14 November 2017. Mengaku punya niat tulus menolong para mahasiswa yang terkatung-katung belasan tahun, Hendrikus Djawa heran kenapa justru dirinya dituding mengambil keuntungan pribadi.

"Saya diberi kuasa menolong, tapi malah ditodong balik. Kita wisudakan 14 Oktober, alasannya mahasiswa datang meminta. Bukan kami yang pergi ke mereka. Bukan Hendrikus Djawa. Kemarin itu hanya seremonial. Apa yang kita salah menolong orang. Saya bilang, kalau saya menolong orang itu salah, saya siap masuk penjara atau mati hari ini," kata Hendrikus Djawa.

Hendrikus Djawa mengaku, awal mula dirinya melakukan hal ini karena menerima surat kuasa dari perwakilan mahasiswa, Antonius Kato dan Sulaiman Radja. "Mereka minta saya untuk bantu selesaikan persoalan akademik dan non akademik di Universitas PGRI NTT," kata Hendrikus.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved