Kegemukan Itu Tidak Sehat. Simak Analisis Ketua Persatuan Diabetes Indonesia Cabang Kupang Ini
Penyebab utama kegemukan dan obesitas adalah ketidakseimbangnya energi, antara kalori yang dikonsumsi dan
Jumlah penderita diabetes terus meningkat, menurut International Diabetes Federtation (IDF) 2015 terjadi peningkatan 4 kali lipat jumlah penderita diabetes dari tahun 1980 sejumlah 108 juta orang, dan tahun 2015 menjai 415 juta .
Prevalensi diabetes di Asia tenggara meningkat dari 4,1 persen tahun 1980 menjadi 8,6 persen tahun 2016. Pada tahun 2014 di Asia tenggara terdapat 96 juta penderita diabetes.
Dari jumlah penderita diabetes di dunia, Indonesia menempati urutan ke urutan ke-7, di bawah China, India, AS, Brasil, Rusia dan Mexico dengan jumlah penderita sebanyak 10 juta orang. Data Riskesdas menunjukan peningkatan kasus diabetes dari 5,7 persen tahun 2007 menjadi 6,9 persen tahun 2016.
Kerusakan akibat diabetes
Diabetes dikenal sebagai the silent killer karena sering tidak disadari penyandangnya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi.
Menurut data Riskesdas 2013 diketahui sekitar 0,6 persen penduduk yang berusia 15 tahun atau lebih atau sekitar 1 juta orang yang merasakan gejala diabetes dalam sebulan terakhir tetapi belum dipastikan atau diperiksa apakah menderita diabetes atau tidak. Kelompok ini sangat beresiko terjadi komplikasi dari penyakit diabetes.
Gula darah yang tinggi dan menetap dalam waktu lama menyebabkan kerusakan saraf dan pembuluh darah. Beberapa kondisi yang dapat terjadi adalah meningkatnya risiko penyakit jantung koroner dan stroke. Kerusakan pada saraf kaki menyebabkan luka di kaki , infeksi , bahkan sampai amputasi. Kebutaan akibat rusaknya pembuluh darah retina dan kerusakan ginjal hingga memerlukan terapi pengganti ginjal menambah beban penderita diabetes.
Penyakit jantung koroner menjadi penyebab utama kematian penderita diabetes mellitus. Hipertensi, kolesterol dan gula darah tinggi meningkatkan risiko komplikasi pada penyakit jantung dan pembuluh darah. Diabetes juga berdampak pada kesehatan mulut.
Gula darah tinggi menyebabkan risiko radang gusi dan gigi mudah tanggal. Infeksi gusi meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Wanita hamil mengalami gangguan akibat diabetes.
Gula darah tinggi selama kehamilan menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, baik berat badan maupun ukurannya sehingga menimbulkan gangguan pada proses kelahiran.
Menurut WHO tahun 2012, di dunia diabetes merupakan penyebab kematian urutan ke-8 bagi laki laki dan wanita, selain itu pada 3,7 kematian akibat gula darah yang tinggi 1,5 juta nya akibat diabetes.
Di Asia Tenggara terdapat 1 juta kematian akibat gula darah tinggi termasuk diabetes dan 60 persen laki laki 40 persen wanita yang menderita diabetes meninggal sebelum berusia 70 tahun.
Akibat penyakit diabetes menyebabkan tidak produktif atau kecacatan, sehingga menimbulkan beban ekonomi bagi individu, keluarga, asuransi kesehatan dan negara.
Tahun 2015 biaya kesehatan yang dikeluarkan untuk penderita diabetes 11,6 persen dari total biaya kesehatan. Setiap negara menganggarkan sekitar 5 -20 persen dari total biaya kesehatan untuk diabetes.
Biaya kesehatan secara global untuk pengobatan diabetes dan pencegahan komplikasi tahun 2015 berkisar antara 673 trililun dollar -1.197 triliun dollar AS. Sehingga bagi penderita diabetes dianggarkan 1.622 -2.886 dollar AS untuk pengobatannya, sedangkan di Indonesia seorang penderita diabetes dianggarkan 171 dollar AS atau sekitar Rp 2,2 juta.