VIDEO: LBH APIK NTT Serius Dampingi Korban Kekerasan Seksual  

Kalau korban itu mengalami trauma dan otomatis terganggu secara psikologis, LBH APIK akan mengintervensinya

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM, KUPANG  -  Direktris Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) NTT, Ansy D. Rihi Dara, SH, mengatakan, dalam pendampingan kasus pencabulan, posisi LBH APIK pasif dalam persidangan karena Negara sesungguhnya yang menjamin hak-haknya. 

“Kalau korban itu mengalami trauma dan otomatis terganggu secara psikologis, LBH APIK akan mengintervensinya dengan melibatkan pendampingan intensif dari aspek kesehatan dan psikologisnya.

Kami menghubungkan korban ke rumah sakit umum dan psikolog. Mereka juga kalau di kepolisian ada visum et repertum tapi juga ada keterangan dari psikolog bagaimana secara psikis itu mereka mengalami kekerasan,’’ ungkap Ansy Rihi Dara, Selasa (7/11/2017).

Ia menjelaskan, LBH APIK berupaya dan secara maksimal semua untuk melihat dan menggali kronologis kasus untuk mengoptimalkan berbagai langkah yang akan bias membantu korban dalam penyelesaian kasus yang dialami.

“Itu upaya litigasi yang kami lakukan. Pola yang kedua yang kami sedang lakukan yaitu upaya non litigasi yang kami buat selain penguatan terhadap korban. Kami juga mempersiapkan keluarga korban bagaimana bias melihat persoalan anak ini dengan tidak menyalahkan korban. Kami juga mendorog keluarga agar mampu mensuport anak ini, sehingga begitu nyaman dalam keseharian. Sehingga sikap dan tingkah laku bahkan psikologinya memberikan dampak positif bagi kedepannya ditengah-tengah keluarga dan juga masyarakat ataupun ditempat lainnya,’’ jelasnya.

Ia mengatakan, kalau kasusnya dialami oleh anak sekolah, pihaknya akan mendatangi sekolah untuk memastikan bahwa anak (korban) harus dilindungi dari aspek psikologisnya.

“Ini upaya kami kepada sekolah untuk memberikan dukungan dan supor korban dalam kesehariannya disekolah. Supaya tidak terganggu dari aspek pendidikannya. Memang sangat penting untuk kita menyampaikan informasi atau kejadian itu kepihak sekolah,’’ jelasnya.

Simak Videonya.*

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved