Jumat, 24 April 2026

Penari Pado'a Histeris, Kelurahan Airnona Juara Lomba

Ini salah satu cara untuk melestarikan budaya di Kota Madya Kupang. Para peserta pun nampak antusias

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/Yeni Rachmawati
Sekretaris Daerah Kota Kupang menyerahkan hadiah kepada juara lomba tarian Pado'a, Rabu (1/11/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- 17 tim dari 15 kelurahan se-Kota Kupang telah mengikuti lomba tarian Pado'a dari Sabu.  Lomba yang diikuti 331 penari dan penyair tersebut telah dilaksanakan sejak (27-29) Oktober 2017 di lantai I Kantor Walikota Kupang.

Ketua Panitia Pelaksana Lomba, dalam hal ini Sekretaris Dinas Pendidikan kota Kupang, Djidja Kadiwanu saat mengumumkan perlombaan juara mulai dari juara V membuat para peserta tegang.

Sambutan hangat melalui applaus meriah para peserta lomba mengakhiri pengumuman setiap juara. Ketika disampaikan Kelurahan Airnona meraih juara satu, para peserta lomba yang hadir dari Airnona pun menjerit histeris.

Tepuk tangan lebih bergema di lantai I Walikota yang dibarengi dengan senyuman lepas.

17 tim tersebut lima kelurahan berhasil meraih juara yaitu Juara I Kelurahan Airnona, Juara II kelurahan Kelapa Lima, Juara III Kelurahan NBS, Juara IV Kelurahan Mantasi dan Juara V, diraih oleh Kelurahan Fatululi B.

Mewakili Peserta, Nikson Tadjo Udju, mengucapkan terima kasih kepada Pemkot karena warga dikejutkan dengan adanya lomba tarian pado'a. Karena ini baru pertama kali diadakan lomba pado'a.

"Patut beri apresiasi untuk bidang kebudayaan kota Kupang. Lomba ini responnya luar biasa yang ditandai semangat lurah, diantaranya Lurah Oebobo, Fatutuli, Bakunase, Airmata, Kelapa Lima, Mantasi, dan lainnya. Kami mengusulkan kepada panitia, jangan saja lomba tarian Sabu, kalau bisa Manggarai dan suku lainnya," tuturnya.

Kegiatan lomba seperti ini, katanya, diusulkan untuk diadakan di tempat yang terbuka agar masyarakat bisa leluasa menyaksikan dan jangan dibuat pada saat musim hujan.

Ia juga mengusulkan agar bidang budaya dapat memberikan bantuan dana ke sanggar-sanggar budaya.

Wakil Walikota Kupang, dr Hermanus Man yang menutup kegiatan Lomba Pado'a, Rabu (1/11/2017) menyerahkan hadiah uang tunai secara langsung kepada para juara.

dr Herman mengatakan lomba tarian tradisional sebagai salah satu tanda bahwa kota Kupang dibangun oleh banyak budaya seperti Timor, Sabu, Rote, Sumba, Alor, Flores bahkan budaya dari luar misalnya Jawa, Bugis, Padang, Bali, Bima, dan lainnya.

"Sekarang kita kembali kepada budaya tradisional masyarakat NTT dalam hal ini budaya Sabu. Sebagai warga kota Kupang keturunan Sabu harus membangga, karena itu siapa yang juara tidak dipersoalkan. Memang ada juara karena perlombaan tapi intinya kita menghargai," terangnya.

Ia mengatakan mulai hari ini menjadi suatu tonggak baru untuk lima tahun ke depan. Karena akan ada festival budaya Timor, Sabu, Rote, Sumba, Flores dan lainnya tergantung kerja sama dengan Dinas Pariwisata karena mereka mau setiap bulan ada festival budaya.

"Nanti akan diatur, memang bukan di tempat terbuka tapi kerja sama dengan hotel-hotel supaya banyak dilihat tamu," tambahnya

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved