VIDEO: Tahanan Kejari Kupang Diduga Tewas Dikeroyok Napi

Berta Masaubat terduduk lesu di ruang Instalasi Pemulasaran Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang, Rabu (4/10/2017) siang.

Laporan Wartawan Pos Kupang, Eflin Rote

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Berta Masaubat terduduk lesu di ruang Instalasi Pemulasaran Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang, Rabu (4/10/2017) siang.

Perempuan bertubuh kurus ini terus menangis dan menutupi wajahnya menggunakan kain warna kuning.

Berta harus merelakan kepergian sang suami, Mikael Manoh (47) yang diduga tewas akibat pengeroyokan oleh para napi di Rutan Kelas II B Kupang pada Selasa (3/10/2017) sekira pukul 22.10 Wita.

Mikael meninggal dunia dalam perjalanan dari rutan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Berta tidak mendapat firasat apapun sebelum kematian suaminya. Sang suami pun tidak memberikan pesan apa-apa sebelum meninggal dunia. Pasangan ini dikaruniai enam orang anak.

Berta menceritakan, awalnya ia bersama menantunya, Yansen Tapata meninggalkan kampung mereka di Kecamatan Amfoang Barat, Kabupaten Kupang untuk mengunjungi suami yang ditahan di Rutan Kupang.

Ia dan Yansen tiba di Kupang pada Senin (2/10/2017) sekira pukul 23.00 Wita dengan menumpang truk. Suaminya dibawa aparat kepolisian dari kampung sejak Minggu (1/10/2017).

Setibanya di Rutan Kupang, petugas rutan meminta dia menunjukkan surat izin dari kejaksaan.

Belum sempat bertemu Mikael, Berta mendapat kabar kalau suaminya sudah dibawa ke rumah sakit.

"Jam 04.00 orang dari kampung telepon, katanya suami saya masuk rumah sakit. Saya tidak tahu kalau ternyata dia sudah meninggal, sampai di rumah sakit baru saya tahu dia meninggal," ujar Berta.*

Penulis: Eflin Rote
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved