Berita Timor Rote Sabu
Pengadaan Sapi di Desa Tohe-Belu, Penjabat Kades Sudah Wanti-Wanti TPK
Dia meminta TPK untuk berhati-hati kegiatan pengadaan sapi bantuan agar sesuai dengan standar
Penulis: Fredrikus Royanto Bau | Editor: Rosalina Woso
Laporan Wartawan Pos-Kupang, Edy Bau
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA--Penjabat Kepala Desa (Kades) Tohe, Kecamatan Raihat, Agustina Moin mengatakan mesi dirinya baru dilantik pada Agustus 2017 lalu namun dirinya telah mewanti-wanti tim pengelola kegiatan (TPK) pengadaan sapi bantuan yang berasal dari dana desa tahun 2017.
Dia meminta TPK untuk berhati-hati kegiatan pengadaan sapi bantuan agar sesuai dengan standar namun kenyataannya, sapi yang dibagikan kepada masyarakat saat ini berukuran kecil dan menuai pertanyaan.
"Sapi kecil, iya makanya saya sudah sampaikan kepada TPK tolong pengadaan sapi ini minta pihak ketiga untuk minta petunjuk dari dinas peternakan," ujarnya saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Selasa (19/9/2017).
Dia dikonfirmasi terkait pengadaan sapi bantuan untuk warga desa itu yang diduga ada upaya markup harga. Sapi yang dibagikan tak sesuai dengan standar harga yang ditetapkan sehingga warga desa itu mempertanyakan pengadaannya.
Dikatakannya, jika dirinya sudah mewanti-wanti namun TPK tetap tak mengindahkan maka resiko hukum dari kegiatan itu mereka yang menangungnya.
"Saya juuga minta kalau sapinya sudah ada, kita kerja sama dengan petugas peternakan di kecamatan untuk periksa dulu sapi itu sehat dan memenuhi syarat atau tidak sesuai dengan standar yang ditentukan. Tapi kalau mereka tetap mengadakan sesuai itu ya nanti resiko mereka tanggung," ujarnya.
Dijelaskannya, di tahun 2017 pemerintah desa mengganggarkan untuk membeli 60 ekor sapi yang akan dibagikan kepada masyarakat.
Namun dari anggaran yang ada, lanjutnya, sudah ada sebagian yang sapi yang dibeli sekitar bulan maret oleh penjabat kepala desa sebelumnya.
"Saya baru dilantik bulan Agustus. Katanya anggaran itu (pengadaan sapi,red) sebenarnya untuk tahap kedua tapi sudah diadakan belasan ekor," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Salah satu tokoh masyarakat Desa Tohe, Ambros Besin mengatakan sapi bantuan dari dana desa yang diberikan kepada masyarakat itu terlalu kecil untuk ukuran sapi seharga Rp 5,5 juta.
"Biasanya sapi kecil seperti ini orang jual Rp 2 jutaan dan paling tinggi Rp 3 juta. Ini terlalu kecil," ujarnya.
Menurutnya, sebagai kepala dusun di Haekesak, sapi-sapi ini merupakan pengadaan pada masa kepemimpinan penjabat kepala Desa Bernadino de Jesus.
Mereka pernah mendapat informasi bahwa sapi yang diusulkan untuk dibeli dan diberikan kepada masyarakat itu seharga Rp 5,5 juta.
Ambros meminta agar kepolisian dan kejaksaan segera mengusut dugaan markup harga sapi yang dibeli menggunakan dana desa tersebut.
Dia menyebutkan, ada sekitar 60 ekor sapi yang diusulkan untuk pengadaan tahun 2017 dengan harga Rp 5,5 juta.
Mantan Penjabat Kepala Desa Tohe, Bernadino Je Jesus yang dikonfirmasi, Senin (18/9/2017) mengatakan, meski pengadaan sapi bantuan itu di masa kepemimpinannya namun dirinya tidak bisa berkomentar.
"Saya tidak bisa berkomentar karena ada pimpinan," jawabnya. (*)