Berita Timor Rote Sabu

Pengadaan Sapi di Desa Tohe-Belu, Penjabat Kades Sudah Wanti-Wanti TPK

Dia meminta TPK untuk berhati-hati kegiatan pengadaan sapi bantuan agar sesuai dengan standar

Pengadaan Sapi di Desa Tohe-Belu, Penjabat Kades Sudah Wanti-Wanti TPK
POS KUPANG/EDY BAU-
Warga Haekesak, Desa Tohe bersama sapi bantuan yang diterimanya dari pemerintah Desa. Sapi ini dibeli menggunakan dana desa tahun 2017. Gambar diambil, Minggu (18/9/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang, Edy Bau

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA--Penjabat Kepala Desa (Kades) Tohe, Kecamatan Raihat, Agustina Moin mengatakan mesi dirinya baru dilantik pada Agustus 2017 lalu namun dirinya telah mewanti-wanti tim pengelola kegiatan (TPK) pengadaan sapi bantuan yang berasal dari dana desa tahun 2017.

Dia meminta TPK untuk berhati-hati kegiatan pengadaan sapi bantuan agar sesuai dengan standar namun kenyataannya, sapi yang dibagikan kepada masyarakat saat ini berukuran kecil dan menuai pertanyaan.

"Sapi kecil, iya makanya saya sudah sampaikan kepada TPK tolong pengadaan sapi ini minta pihak ketiga untuk minta petunjuk dari dinas peternakan," ujarnya saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Selasa (19/9/2017).

Dia dikonfirmasi terkait pengadaan sapi bantuan untuk warga desa itu yang diduga ada upaya markup harga. Sapi yang dibagikan tak sesuai dengan standar harga yang ditetapkan sehingga warga desa itu mempertanyakan pengadaannya.

Dikatakannya, jika dirinya sudah mewanti-wanti namun TPK tetap tak mengindahkan maka resiko hukum dari kegiatan itu mereka yang menangungnya.

"Saya juuga minta kalau sapinya sudah ada, kita kerja sama dengan petugas peternakan di kecamatan untuk periksa dulu sapi itu sehat dan memenuhi syarat atau tidak sesuai dengan standar yang ditentukan. Tapi kalau mereka tetap mengadakan sesuai itu ya nanti resiko mereka tanggung," ujarnya.

Dijelaskannya, di tahun 2017 pemerintah desa mengganggarkan untuk membeli 60 ekor sapi yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Namun dari anggaran yang ada, lanjutnya, sudah ada sebagian yang sapi yang dibeli sekitar bulan maret oleh penjabat kepala desa sebelumnya.

"Saya baru dilantik bulan Agustus. Katanya anggaran itu (pengadaan sapi,red) sebenarnya untuk tahap kedua tapi sudah diadakan belasan ekor," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved