Selasa, 14 April 2026

Berita Timor Rote Sabu

Apesnya, FGR Dibogem Tantenya Saat Melapor Diperkosa

"Perkosaan terjadi di rumah beberapa kali, saat pemilik rumah sedang ke kebun," kata Regina.

Penulis: omdsmy_novemy_leo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/NOVEMY LEO-
Regina R (kiri), keluarga korban perkosaan FGR, saat menunggu pemeriksaan di PPA Polres TTS, Kamis (14/9/2017) siang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM,SOE--FGR (14) mendapat bogem mentah tantenya, Hetoreden Feto, ketika dia melaporkan bahwa dirinya diperkosa oleh Simon Nenosait.

Simon adalah sepupu FGR yang tinggal bersama sama dengannya di rumah Hetoreden.

Tidak sampai disitu, Yusuf R, om kandung FGR malah diminta membayar uang denda Rp 500.000 kepada Simon karena dinilai telah mencemarkan nama baik Simon.

Kasus perkosaan FGR itu akhirnya dilaporkan ke Sanggar Suara Perempuan (SSP) TTS dan ke Polres TTS, 7 Juli 2017 lalu.

Regina R, ibu angkat FGR mengatakan, selama (lima tahun terakhir ini FGR tinggal bersama tantenya Hetoreden di Desa Sopo.

Sekitar bulan November 2016, siswi kelas 2 SMP itu diperkosa oleh Simon, sepupunya, yang juga tinggal di tempat yang sama.

"Perkosaan terjadi di rumah beberapa kali, saat pemilik rumah sedang ke kebun," kata Regina.

Setelah hamil dan ditanya oleh Hetoreden, siapa yang menghamilinya, korban mengaku pelakunya Simon.

Namun simon menyangkal. Lalu Hetoreden memukuli korban hingga terjadi perdarahan telinga.

Korban lalu disuruh pulang ke rumah Regina di Oesao.

"FGR datang ke Oesao tanggal 18 April 2017 dan saat saya tanya siapa yang menghamilinya, dia bilang Simon. FGR juga mengaku dipukuli Hetoreden, kami ke puskesmas untuk periksa kandungan dan telinga FGR yang berdarah," kata Regina.

Tanggal 19 April, Kobus R menemui FGR di Oesao dan Kobus mengaku simon meminta uang Rp 500.000 karena dituduh mempeekosa FGR. "Om Kobus sudah membayar uang Rp 500.000 ke Simon," kata Regina.

Regina lalu menelpon Yusuf R, keluarganya di Humone dan Yusuf menyuruh Regina membawa FGR ke Yusuf. Lalu Yusuf bersama FGR menemui Simon dan Hetoreden.

"Dalam pertemuan itu Hetoreden marah dan tidak terima jika Simon dikatalan mempwrkosa FGR. Hetoreden menyuruh kami silahkan melapor kemana saja dia tisak takut," kata Regina.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved