Menyoal Kepunahan Bahasa Beilel di Alor, Inilah Biang Penyebabnya
Itu berarti kurang lebih sepuluh persen dari jumlah bahasa di dunia ada di Indonesia. di NTT, jumlah bahasa Menurut
Oleh: Refael Molina
Alumni FKIP Bahasa dan Seni UKAW Kupang
POS KUPANG.COM -- Tahun 2008, jumlah bahasa ibu di dunia 6.912. Dari jumlah itu, Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Papua New Guinea yang memiliki bahasa terbanyak, yaitu 820 bahasa. Indonesia memiliki 741 bahasa daerah (https://www.otonomi.co, Senin (21/8).
Ethnologue (2015) mencatat sebanyak 7.102 bahasa dituturkan di seluruh dunia. Di Indonesia tercatat 707 bahasa yang dituturkan sekitar 221 juta penduduk.
Itu berarti kurang lebih sepuluh persen dari jumlah bahasa di dunia ada di Indonesia. di NTT, jumlah bahasa Menurut Grimmes dkk (2000) 61 bahasa, 17 di antaranya ada di Kabupaten Alor (Grimes dkk, 1997).
Ketika menonton acara Metro TV `Menemukan Penutur Terakhir Bahasa Abui' Minggu 20 Agustus 2017, sontak hati saya sedih. Reporter Metro TV, Amalina Lutfia telah membuka mata kita kala kunjungannya ke Komunitas Bahasa Abui, Kafoa dan Beilel di Alor.
Saat ada upaya pelestarian dengan menggunakan bahasa Abui sebagai alat komunikasi sehari-hari, ada kenyataan menyedihkan yang terkuak.
Bahasa Beilel yang konon dituturkan di Dusun Lola dan Habollat, Alor Barat Daya oleh suku Beilel diketahui telah punah lantaran sisa penuturnya tinggal satu orang.
Yang menyedihkan lagi generasi penutur Bahasa Beilel, Karim Malaipel di Lola, Alor Barat Daya mengaku ia tak tahu Bahasa Beilel. Padahal almarhum ayahnya penutur Bahasa Beilel.
Kerabat Karim di Desa Habollat, Bernardus Mohar (95) yang disebut-sebut sebagai penutur terakhir Bahasa Beilel pun mengaku tak mampu berkomunikasi menggunakan Bahasa Beilel.
Yang bikin saya merinding ketika ia menyebut kosa kata bahasa Beilel tersisa 60 kata saja yang ia ketahui, itu pun hanya tercatat di kertas.
Tentu 60 kata itu tidak begitu kuat digunakan untuk menyusun kalimat dan diucapkan dalam komunikasi sehari-hari. Apalagi, ia pun kini tak punya rekan bicara.
Para ahli bahasa telah lama memprediksi setengah dari bahasa di dunia akan punah. Di Indonesia, menurut Moseley (2010) dalam buku Atlas of the World's Languages in Danger, terdapat 146 bahasa yang terancam punah dan 12 bahasa telah punah.
Bahasa-bahasa itu umumnya berada di bagian timur Indonesia. Sebelum Bahasa Beilel punah, jauh sebelumnya telah terjadi proses menuju kepunahan.
Seperti diungkapkan Karim dan penutur terakhir Bernadus Mohar bahwa prosesnya dimulai dari perkawinan campur, dimana pihak laki-laki meninggalkan bahasa ibunya dan memilih bahasa ibu pasangannya, begitupun sebaliknya. Selain itu, penutur terakhir sudah tak memiliki rekan bicara lagi.