Setelah 1,5 Jam Maria Berhasil Dikeluarkan dari Timbunan Batu dan Pasir, Kondisinya Mengenaskan

Siswi SDI Wae Belang yang duduk di bangku kelas satu SD itu ditemukan tewas setelah keluarga dan penggali pasir mengeluarkannya

Penulis: Aris Ninu | Editor: Agustinus Sape
POS KUPANG/ARIS NINU
Warga sedang mengeluarkan jasad Maria Andriani dari timbun pasir setelah digali warga di Kelurahan Wae Belang, Kamis (24/8/2017). sore. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Selama kurang lebih 1,5 jam lamanya dari pukul 15.30 wita sampai pukul 16.30 wita, Kamis (24/8/2017), Maria Andriani, bocah perempuan berusia tujuh tahun, tertimbun batu dan pasir di lokasi galian C di Kelurahan Wae Belang, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Maria, siswi SDI Wae Belang yang duduk di bangku kelas satu SD itu ditemukan tewas setelah keluarga dan penggali pasir mengeluarkannya dari tumpukan pasir dan batu besar.

Maria yang sedang bermain di lokasi pasir karena ingin bertemu bapaknya yang sedang menggali pasir meninggal dunia karena batu dan pasir di bukit jatuh karena longsor.

Maria akhirnya tertimbun pasir dan beruntung ada seorang penggali pasir yang bernama Andi melihat kejadian tersebut.

Andi pun berteriak dan meminta bantuan warga.

Ayah Maria pun yang berada di sekitar lokasi berjarak tujuh meter pun kaget.

Sang ayah bersama warga berusaha mengeluarkan korban, tapi tidak berhasil.

Pasalnya, runtuhan pasir dalam bentuk batu pasir menindih korban.

Warga dan keluarga lalu menggali lubang agar korban bisa dikeluarkan dari tumpukan pasir.

Andi, saksi yang bersama ayah korban, kepada aparat Polres Manggarai di TKP, Kamis (24/8/2017) sore, mengaku kaki kirinya pun terluka.

Namun ketika runtuhan tanah pasir jatuh dari bukit, ia sempat menghindar.

"Maria yang berada di lokasi tidak bisa menghindar. Kejadian begitu cepat. Maria sekitar pukul 15.00 wita ke lokasi pasir guna melihat bapaknya. Sang bapak sudah menyuruh Maria kembali ke rumah. Tetapi korban tidak mau," ujar Brigpol Kalikstus Jemris, anggota Buser Polres Manggarai, ketika menghubungi Pos Kupang, Kamis (24/8/2017) sore.

Jemris pun mengatakan, kejadian Maria tertimbun pasir dan batu persis di depan rumahnya karena lokasi galian c berada di Kelurahan Wae Belang.

"Lokasi persis di depan rumah saya. Begitu warga berteriak, saya langsung ke lokasi.Saya bersama warga menggunakan hammar dan linggis mengali pasir agar bisa mengeluarkan Maria.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved