Komunitas Ini Ada di Pedalaman Timor, Penggagasnya Anak Muda Hebat, Aktivitas Mereka Menakjubkan

Setahun bergiat bersama warga dan para relawan, mereka maknai sebagai kesempatan untuk belajar dan bertumbuh bersama

Editor: Dion DB Putra
ISTIMEWA
Para remaja yang aktif di Komunitas Lakoat Kujawas pamerkan hasil karya mereka dalam pameran bertitel Mollo Panggil Pulang. Pameran berlangsung tanggal 12-17 Agustus 2017. 

"Awalnya saya cuma mengenal Kupang. Mollo bagi saya daerah yang sangat jauh dan tak terpikirkan sama sekali," ujarnya.

Menurut Almascatie, ia kemudian sadar setelah menelusuri foto-foto sejarah Mollo di situs website KITLV dan Museum Tropen, dua ruang arsip milik Belanda.

"Saya akhirnya sadar, Mollo mungkin terabaikan dalam peta, namun pada sejarahnya, wilayah ini memiliki kekuatan besar yang menarik berbagai bangsa untuk datang ke sana," demikian Almastie.

Pameran ini masih berlangsung di Kapan hingga tanggal 17 Agustus 2017. Selain foto karya remaja Taiftob, dipamerkan juga foto karya dua traveler yang pernah berkunjung dan meliput tentang wisata Mollo, Valentino Luis dan John Go.

Sementara foto sejarah yang berhasil dikurasi Matheos Messakh, Almascatie dan Sarlota Sipa banyak menunjukkan sosok Krayer Van Aalts, pendeta Belanda yang pernah bertugas di Kapan tahun 1916 -1922. Termasuk juga foto pemukiman Belanda di Kapan, foto Raja Mollo, Lay A Koen dan beberapa foto lansekap alam Mollo. (*/osi)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved