Inilah Pekerjaan yang Menjanjikan di Kota Kupang
Tempat acara yang mewah disertai menu yang enak bisa menjadi biasa-biasa saja, jika pemandu acaranya tidak memiliki
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM - Meriah dan suksesnya sebuah acara sangat ditentukan oleh kepiawaian Master of Ceremony (MC). Entah pesta pernikahan, syukuran ulang tahun, gathering perusahaan, forum pimpinan pemerintahan dan lainnya.
Tempat acara yang mewah disertai menu yang enak bisa menjadi biasa-biasa saja, jika pemandu acaranya tidak memiliki kemampuan menghidupkan suasana acara tersebut. Apalagi untuk resepsi pernikahan, misalnya. Di Kota Kupang, dalam sepuluh tahun terakhir jasa MC merupakan kebutuhan. Pekerjaan ini pun melahirkan orang-orang terbaik yang berdedikasi tinggi dan memberikan pelayanan secara profesional.
Kini orang tidak lagi memandang MC sebagai pekerjaan yang biasa-biasa saja atau kerja sampingan sekedar mengisi waktu. Bukan lagi pekerjaan omong-omong yang tidak menghasilkan rupiah. MC hari ini sudah menjadi profesi yang membutuhkan ilmu pengetahuan dan keterampilan dengan standar tertentu. Semua orang bisa omong tapi tidak semua bisa menghidupkan dan menyemarakkan suasana suatu acara. Gelak tawa, sorak sorai dan aplaus hanya bisa diciptakan oleh MC yang profesional,yang kaya wawasan dan memiliki kemampuan.
Sebut saja Kenny Sau. Pria muda ini adalah MC profesional yang sudah diakui kemampuannya. Penghasilan yang diperolehnya pun menakjubkan. Dalam sebulan bisa tembus Rp 50 juta, sebuah angka yang tidak kecil bagi masyarakat NTT yang masih mengemban provinsi miskin.
Di Kota Kupang honor MC paling minim berkisar antara Rp 1 sampai Rp 2 juta untuk sekali tampil. Misalnya dalam seminggu seorang MC memandu 10 acara maka dalam waktu seminggu seorang MC profesional bisa meraup penghasilan belasan juta rupiah.
Di Kota Kupang ada sederetan nama MC yang kebanjiran order setiap pekan.
Selain Kenny ada nama Baby Nailius, Herman Kabosu, Zakris Tokan, Jekson Obeng, Moris dan lain-lain. Coba tengok kehidupan mereka. Yang jelas secara ekonomi mereka berkecukupan. Kita patut melihat MC sebagai sebuah lapangan kerja yang membutuhkan profesionalitas.
Jika seorang MC mampu menghidupkan suasana suatu acara, apalagi mampu membuat gelak tawa dan aplaus para tamu undangan, MC tersebut akan kebanjiran order. Dia tak perlu iklankan diri melalui koran, radio atau televisi tapi kabar dari mulut ke mulut para undangan yang pernah menyaksikan penampilannya membuat MC tersebut akan tersohor.
Kita berharap generasi muda NTT patut melirik MC sebagai lapangan kerja yang menjanjikan masa depan cerah. Cobalah belajar berbagai teknik memadu acara, termasuk sharing dengan MC yang telah dikenal publik. Sekarang peluang belajar bicara yang baik, benar dan memukau khalayak terbuka luas dan banyak pilihan. Semoga.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/master-of-ceremony_20170729_094004.jpg)