Minggu, 12 April 2026

VIDEO: Salut Benar Buat Pratu Joko Yang Rela Gendong Warga Perbatasan Untuk Pengobatan Gratis

Luar Biasa yang dilakukan prajurit TNI di perbatasan RI-Timor Leste. Kalau ingin tahu saksikan video berikut

Penulis: Fredrikus Royanto Bau | Editor: Marsel Ali

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA--Kampung Laktutus pada Rabu (12/7/2017) pagi sekitar pukul 08.30 wita masih diselimuti kabut. Udara dingin dibarengi gerimis hujan terasa menusuk sampai ke sum-sum.

Meski begitu, halaman SDK Laktutus sudah dipenuhi anggota TNI dari Satgas Pamtas RI-RDTL Yonis Raider 712/Wiratama.

Mereka sudah berada di lokasi ini sejak sehari sebelumnya untuk mempersiapkan acara bakti sosial berupa pengobatan gratis, sunatan gratis dan pasar murah.

Meski diselimuti kabut dan udara dingin, warga setempat mulai berdatangan. Mereka yang datang langsung mendaftarkan diri untuk diperiksa dan diobati.

Selanjutnya, ada yang menuju ke arena pasar murah untuk berbelanja. Selain pengobatan gratis, ada warga yang datang juga bisa minum kopi gratis dan makan mie gratis yang disiapkan oleh PT. Wings Atambua.

Warga yang datang memiliki sakit dan keluhan berbeda. Seperti halnya yang dialami salah satu warga Ignasius Luan.

Namun yang lebih unik adalah, Ignas datang ke tempat itu bukan berjalan sendiri melainkan digendong oleh seorang anggota TNI.

Kehadiran Ignas yang digendong oleh Pratu Joko ini sontak membuat semua mata tertuju kepada mereka.

Pratu Joko diarahkan untuk membawa Ignas ke ruangan dokter untuk menjalani pemeriksaan.

Setelah melakukan tensi darah dan memeriksa kondisi Ignasius, Dokter Hutagaol menulis resep obat sekaligus rujukan ke rumah sakit di Atambua.

"Ini penyakit ganglion. Ada cairan sendi yang keluar. Ini harus ke dokter bedah untuk mengeluarkan cairan tersebut," ujarnya.

Ignasius terlihat kesakitan saat diminta membuka bajunya untuk diperiksa, pun saat minta untuk menarik napas, dia terlihat menahan sakit.

Kepada Pos Kupang, Ignasius mengaku sejak dua tahun terakhir dirinya hanya duduk di rumah. Kebun yang selama ini digarapnya, diambil alih oleh isterinya.

"Kalau anak-anak semua kuliah dan tidak tinggal bersama kami. Saya hanya di rumah saja, tidak bisa buat apa-apa karena sakit sekali," jawabnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved