Breaking News
Minggu, 12 April 2026

VIDEO: Nononton ini, Cara Tagana Muda Dilatih Mengevakuasi Korban Bencana

Pemantapan Tagana Muda Pronvinsi NTT yang diutus dari beberapa kabupaten dan Pelatihan Manajemen Pengungsi telah dilaksanakan sejak Kamis, 1 Juni 2017

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Alfred Dama

Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM, KUPANG -- Pemantapan Tagana Muda Pronvinsi NTT yang diutus dari beberapa kabupaten dan Pelatihan Manajemen Pengungsi telah dilaksanakan sejak Kamis, 1 Juni 2017 dan akan berakhir malam nanti.

Selama tiga hari puluhan Tagana Muda telah diberikan berbagai pelatihan baik dalam bentuk teori dan praktek. Dengan narasumber dari Dinas Sosial Provinsi NTT, Tagana Perintis, TNI AD, TNI AL, Basarna dan Tagana Senior Provinsi NTT.

Hari pertama diawali dengan pembukaan dan materi, kemudian hari kedua dan hari ini para peserta Tagana Muda digembleng dengan praktek lapangan.

Mereka diberikan praktek lapangan bagaimana cara mengevakuasi korban di perairan laut dengan melakukan pelatihan water rescue, di pantai pasir panjang, melakukan repling di jembatan Oesapa, pelatihan shelter, evakuasi korban di rawa-rawa dan pelatihan lainnya terkait dengan evakuasi korban bencana.

Hari ini puluhan Tagana Muda tetap semangat dengan penuh cinta menjalani setiap pelatihan yang disuguhkan. Mereka yang dibagi dalam tujuh kelompok ini setelah melakukan repling di jembatan Oesapa kemudian berjalan kaki menelusuri kali liliba hingga ke GOR-Oebufu.

Perjalanan mereka ini berhenti di pos-pos untuk melakukan berbagai pelatihan dalam hal penanganan bencana. Masuk ke rawa-rawa hingga merayap di lumpur di area persawahan belakang GOR. Mereka digembleng abis-abisan oleh para instruktur dan pendamping instruktur. Perempuan ataupun laki-laki tidak ada perbedaan. Semuanya merasakan perlakuan yang sama kecual sedang mengalami sakit.

Kepala Bidang IV, Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi NTT, Linus Lusi, yang turun langsung mengamati kegiatan pemantapan tagana muda sejak hari pertama hingga hari ini kepada wartawan, Sabtu (3/6/2017) mengatakan para peserta akan sampai di halaman Kantor Dinas Sosial NTT. Malam penutupan akan dikemas dengan malam api unggun dan deklarasi Tagana Pancasila NTT.

Selama tiga hari ini, Linus melihat para Tagana Muda mempunyai motivasi yang begitu kuat. Ketika disajikan materi praktis terkait bencana alam dan sosial mereka sangat antusias.

"Apa yang mereka dapat di ruangan, mereka langsung praktekkan ke lapangan. Seperti water rescue, repling yang tadi dilakukan di Oesapa yang terpantau oleh instruktur dan masyarakat sekitar. Sepanjang jalan para Tagana Muda juga melakukan upaya-upaya pembiasan kebersihan sampah," tuturnya.

Linus mengatakan ini menjadi contoh yang sangat bagus bagi Tagana di kabupaten/kota yang belum berkesempatan mengikuti pemantapan Tagana Muda. Karena kegiatan kali ini kurikulum yang diberikan agak berbeda. Instruktur dihadirkan dari TNI AL, TNI AD dan para Tagana senior yang telah terlatih untuk membimbing mereka.

Menurutnya materi yang diberikan delama beberapa hari ini sudah lebih dari cukup. "Mereka sangat maksimal mengeluarkan potensi yang selama ini mereka alami," ujarnya.

Ia berharap Tagana harus masuk ke Kecamatan dan Desa, sehingga masyarakat bisa menjadi basis Tagana. Jika ada terjadi bencana di desa maka sudah ada relawan yang terlatih di sana.*

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved