Sri Lanka dan India Dilanda Banjir, Sedikitnya 201 Orang Tewas
Hujan dan badai petir berturut-turut menghantam wilayah Sri Lanka dan India, Senin (29/5/2017).
Di Sri Lanka, musim hujan biasanya terjadi pada Mei sampai September.
Negara ini juga menerima hujan deras di musim muson barat laut pada November sampai Februari.
Reuters menyaksikan beberapa warga mengungsi di lantai atas rumah mereka.
Warga sipil dan petugas dengan kapal mendistribusikan makanan, air, dan barang-barang bantuan lainnya.
Salah satu daerah yang terkena dampak paling parah adalah distrik pesisir selatan Matara, yang merupakan rumah bagi perkebunan teh hitam.
Pasokan teh diperkirakan akan terganggu karena kurangnya alat transportasi.
Sri Lanka telah meminta bantuan internasional dari PBB dan negara-negara tetangga.
Topan menuju Bangladesh
Sementara itu, pemerintah India memperingatkan bahwa hujan deras akan terjadi di negara bagian timur laut Tripura, Mizoram, Manipur, Nagaland, dan Arunachal Pradesh saat Topan Mora bergerak lebih jauh ke Teluk Benggala.
Angin kencang yang dikenal sebagai Topan Mora terus bergerak ke utara menuju Bangladesh pada Senin (29/4/2017) dan diperkirakan akan mendarat di Bangladesh pada Selasa pagi.
Pemerintah Bangladesh memperingatkan bahwa beberapa wilayah pesisir kemungkinan besar akan terendam oleh gelombang badai setinggi 1,2 meter sampai 1,5 meter di atas normal.
Wilayah Bangladesh sering dilanda badai setiap tahun dan banyak menyebabkan kehancuran.
Setengah juta orang yang hidup di daerah pesisir rendah, seperti Barisal dan Chittagong, terganggu akibat badai pada bulan Mei tahun lalu.
Jutaan orang di negara tersebut masih dalam pemulihan akibat banjir di wilayah timur laut pada April 2017.
Kejadian ini telah menyebabkan harga beras naik mencapai rekor tertinggi dan cadangan negara berada di posisi terendah dalam 10 tahun, setelah banjir yang menyapu sekitar 700.000 ton beras.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sri-lanka-banjir_20170530_021419.jpg)