Belajar Berantas Malaria di Sikka
Dalam perjalanan, Yaspem Maumere memberdayakan masyarakat untuk berperan aktif dalam pemberantasan penyakit malaria di Kabupaten Sikka.
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM - Sejak tahun 2005, Yayasan Sosial Pembangunan Masyarakat (Yaspem) Maumere melakukan kegiatan pemberantasan penyakit malaria di wilayah Kabupaten Sikka.
Usaha yang dilakukan yayasan yang bergerak di bidang kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan dan sosial ini memberantas malaria dengan cara menguras genangan air di pesisir pantai wilayah utara Sikka. kemudian menyemprot dan menyiram BTI (bacillus thuringiensis israelensis), yakni sejenis bakteri yang dapat memusnahkan jentik nyamuk di tempat-tempat perindukan nyamuk.
Dalam perjalanan, Yaspem Maumere memberdayakan masyarakat untuk berperan aktif dalam pemberantasan penyakit malaria di Kabupaten Sikka. Paling tidak, tahap awal mengeliminasi perkembangan penyakit malaria di wilayah Kota Maumere dan sekitarnya.
Kemudian Yaspem Maumere memfasilitasi salah satu sekolah dasar di Kota Maumere, yakni Sekolah Dasar Inpres (SDI) Kota Uneng. Caranya, Yaspem Maumere memberikan pelatihan kepada guru-guru dan para murid tentang cara-cara efektif untuk memberantas jentik nyamuk malaria.
Para murid SD yang dilibatkan dalam pemberantasan malaria ini diberi nama Laskar Jentik SDI Kota Uneng. Dalam kegiatan pemberantasan malaria, Laskar Jentik didampingi Maria Theresia Olivia.
Dalam pelaksanaannya, Laskar Jentik SDI Kota Uneng menyediakan gayung, senter dan botol plastik bekas untuk mengisi jentik yang digayung dari genangan air, baik di bak-bak mandi rumah penduduk maupun dari genangan air di sejumlah lokasi di Kota Maumere.
Seperti disampaikan pendamping Laskar Jentik, Maria Theresia Olivia, bahwa cara yang dilakukan Laskar Jentik adalah mendatangi rumah-rumah warga di wilayah yang potensial malaria. Di rumah-rumah warga, anggota Laskar Jentik memeriksa jentik-jentik nyamuk di bak mandi dan tempat yang tergenang air di dalam rumah warga. Kerja keras mereka berbuah manis. Dalam tiga tahun terakhir Sikka berhasil menurunkan jumlah kasus malaria hingga 70 persen.
Cara pemberantasan penyakit malaria yang dilakukan Laskar Jentik di Kabupaten Sikka perlu diterapkan di kabupaten lainnya di NTT, terutama kabupaten yang masuk zona merah penyakit malaria seperti Kabupaten Lembata dan empat kabupaten di Pulau Sumba. .
Dengan kata lain, pemerintah dalam hal ini jajaran dinas kesehatan, lembaga swadaya masyarakat yang peduli terhadap masalah kesehatan dan elemen masyarakat lainnya di NTT perlu belajar cara-cara bernatas penyakit malaria di Kabupaten Sikka.
Khusus bagi tujuh kabupaten di NTT yang masuk zona merah penyakit malaria perlu studi banding di Kabupaten Sikka untuk belajar langsung bagaimana memberantas malaria yang dilakukan oleh Yaspem Maumere bersama Laskar Jentik.
Hal penting yang perlu ditiru dari Yaspem dan Laskar Jentik adalah lebih pada pola pendampingan kepada anak-anak SD dan masyarakat umum yang akan dilibatkan dalam upaya pemberantasan penyakit malaria. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/virus-yang-dibawa-nyamuk-bisa-menyebabkan-berbagai-penyakit_20160205_092255.jpg)