Agar Harga Mati tidak Mati Harga
Masifnya isu radikalisme dijawab gerakan tandingan; gerakan memertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Karena konteksnya demikian maka perlawanan memang harus dimulai dengan memahami isu dan esensi radikalisme itu. Yang ini, jelas tidak saja menjadi tugas kepolisian dan tentara. Setiap orang yang menginginkan perdamaian harus saling berdiskusi tentang radikalisme itu. Itu di level konseptual.
Pada tataran praksis, isu radikalisme harus dijawab dengan beragam gerakan menerima perbedaan. Selain itu, perwujudannya mesti dipraktikan dengan menjauhkan kekerasan dalam setiap usaha menuntut hak setiap orang baik individu dan kelompok. Teman-teman yang gemar melakukan demonstrasi harus benar-benar ingat akan hal ini. Demonstrasi jelas menjadi hak setiap orang. Kita dukung. Meski demikian, caranya tidak harus dilakukan dengan cara kekerasan. Sebab, jika kekerasan dipakai di sana, kelompok ekstrimis dan radikalis akan mengikuti pola demonstrasi yang berbasis kekerasan itu.
Di pihak lain, penanganan terhadap kelompok radikal, harus terus dilakukan tidak saja mengandalkan pendekatan represif (kekerasan) tetapi persuasif. Yang ini diarahkan kepada teman-teman aparat keamanan. Gerakan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang radikalisme dan mempraktikan solidaritas dalam perbedaan harus dilakukan terus menerus tanpa henti dan intens. Dengan itu, kelompok radikal tahu bahwa kita tidak tidur lelap. Kita terus berjaga agar NKRI tetap ada dan beragam aksi menjaga NKRI tidak mati harga. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/nkri-harga-mati_20170511_232742.jpg)