Ingin Punya Anak Perempuan, Ibu Ini Nekat Curi Anak Tetangga, Cerita Selanjutnya Memilukan
Dia terobsesi dari suaminya menginginkan untuk memiliki bayi perempuan, namun dia menempuh jalan yang sangat beda.
Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
POS KUPANG. COM, MAKASSAR -Setiap orang yang menikah pasti menginginkan punya anak.
Ada ingin punya anak sesuai ketentuan keluarga berencana "dua anak cukup", tapi ada juga yang lebih atau malah kurang dari ketentuan KB.
Yang lebih parah lagi, sudah kawin tidak punya anak.
Atau punya anak, tapi semuanya laki-laki atau semuanya perempuan.
Kebanyakan keluarga menginginkan jumlah yang seimbang antara anak laki-laki dan perempuan.
Atau sekurang-kurangnya di antara sekian banyak anak, ada satu anak perempuan atau laki-laki.
Sekadar mewariskan keturunan ayah dan ibu (suami dan istri).
Terobsesi oleh keinginan memiliki anak seperti itu, tidak sedikit keluarga harus mengadopsi anak.
Ada juga yang menempuh cara yang tidak lazim, yakni mencuri atau membeli anak orang.
Seperti dilansir dari Tribuntimur.com, gara-gara ingin memiliki anak perempuan, Evi Kumala alias Mita (27) nekat mencuri bayi dari pasangan suami istri, Nilam Cahya (24) dan Arfandi (29), warga Tallo, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi saat memimpin konferensi pers, mengungkapkan, peristiwa itu terjadi, Selasa (18/4) sekitar pukul 16.50 Wita, saat orang tua bayi ke pasar.
"Jadi pelakunya ini adalah tetangganya sendiri. Dia (Mita) ditangkap oleh pihak Polres Parepare, Rabu (19/4) dengan korban balita ini," kata Endi saat ditemui di Polrestabes, Kamis (20/4/2017).
Lanjut Endi, saat ditangkap di Parepare, Mita yang digiring petugas Polres untuk dimintai keterangan, mengaku anak itu adalah anaknya, tapi setelah koordinasi, pihak kepolisian langsung menahannya.
Dari keterangan Mita, dia terobsesi dari suaminya menginginkan untuk memiliki bayi perempuan, namun dia menempuh jalan yang sangat beda.
Kombes Endi pun memastikan, kasus itu tidak ada kaitannya dengan isu yang baru-baru ini tersebar soal pelaku yang mencuri anak dan memperdagangkan organ tubuh atau human trafficking.