Berita Kota Kupang
VIDEO: Konjen Australia Beri Kuliah Umum di Politeknik Negeri Kupang, Apa saja yang Dibahas ?
Globalisasi telah membuat orang gampang sekali berkomunikasi dengan orang lain
Penulis: maksi_marho | Editor: Rosalina Woso
Laporan Wartawan Pos Kupang, Maxi Marho
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Konsul Jenderal Australia, Richard Mathews memberi kuliah umum kepada ribuan mahasiswa di kampus Politeknik Negeri Kupang (PNK), Rabu (15/3/2017) siang.
Kuliah umum mengambil tema "Australia-Indonesia Relationship in Globalized World".
Pada kuliah umum yang digelar di gedung auditorium PNK ini, Richard Mathews mengatakan, globalisasi telah membuat orang gampang sekali berkomunikasi dengan orang lain. Sarana trasportasi udara pun makin lancar.
Namun, kata Richard Mathews, PNK harus meningkatkan produtifitasnya kalau mau bersaing di dunia kerja. Peran PNK sebagai politeknik sangat penting dalam menciptakan pelaku usaha dan pekerja.
Dikatakan Richard Mathews, sebanyak 9.000 orang Indonesia kini belajar di Australia. Umumnya mengambil kursus dan kuliah strata dua atau S2.
Bidang pelajaran yang paling populer bagi mahasiswa asal Indonesia adalah bisnis dan manajemen sebesar 75,1persen dan jasa hospitallity sebanyak 13,7 persen.
Pihaknya berharap, kata Richard Mathews, Politeknik Negeri Kupang (PNK) bisa membangun kerjasama dengan politeknik yang ada di Australia. Sehingga bisa menciptakan tenaga teknis yang berkualitas dan mampu bersaing di dunia kerja. Karena yang ada selama ini adalah kerja sama universitas dengan metode pendidikan yang berbeda dengan politeknik.
Ketika disinggung para mahasiswa dalam sesi tanya jawab, tentang beasiswa, Richard Mathews mengatakan, beasiswa yang disiapkan bagi mahasiswa Indonesia terutama Indonesia bagian timur, sangat banyak. Hanya saja, salah satu syarat utamanya harus bisa berbahasa Inggris.
Sementara Ketua Urusan Internasional PKN, Adrianus Amheka, Ph.D mengatakan, kuliah umum Konsul Jenderal Australia bertujuan civitas akademika PNK dan undangan lainnya, mengetahui gambaran ataupun tren harmonisasi serta mutualisasi yang terjalin antara Indonesia dan Australia.
Selain itu, memperkenalkan PNK untuk pengembangan jejaring kemitraan dengan lembaga pemerintah dalam dan luar negeri.
"Selain dengan Australia, PNK juga bekerja sama dengan beberapa negara lainnya. Kerja sama yang dibangun diharapkan bermanfaat bagi pengembangan pendidikan yang lebih berkualitas di PNK," kata Adrianus Amheka. (*)