Kasus Jual Beli Aset Sagared

Sidang Perkara Aset PT Sagared, Yohanes Sammy Dituntut Empat Tahun

Terdakwa perkara aset PT Sagared di Takari, Kabupaten Kupang, Yohanes Sammy Prastyo Budianto, dituntut jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang di Pengad

Editor: Alfred Dama

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Terdakwa perkara aset PT Sagared di Takari, Kabupaten Kupang, Yohanes Sammy Prastyo Budianto, dituntut jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang di Pengadilan Tipikor Kupang penjara selama empat tahun penjara dengan denda Rp 50 juta subsider empat bulan penjara.

Terdakwa terbukti bersalah melanggar undang-undang tindak pidana korupsi.

Sidang di Pengadilan Tipikor Kupang, Senin (30/1/2017), dipimpin Edy Purnomo Santosa, SH, MH, bersama dua anggotanya. Terdakwa didampingi kuasa hukum, Jhon Rihi, S.H dan Lorens Mega Man, S.H.

JPU dalam tuntutan yang dibacakan bergantian menguraikan tentang peran yang dilakukan terdakwa dalam perkara aset Sagared di Takari, Kabupaten Kupang.

JPU menilai terdakwa terbukti melakukan tindak pidana secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi dengan sengaja memberikan bantuan pada waktu kejahatan itu dilakukan sebagaimana dimaksud dalam dakwaan alternatif kedua primair penuntut umum.

Untuk itu kepada majelis hakim, JPU sampaikan untuk menjatuhkan pidana atas terdakwa penjara selama empat tahun dengan perintah terdakwa tetap ditahan.

Menetapkan lamanya penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa diperhitungkan sepenuhnya dengan lamanya pidaha yang akan dijatuhkan. Menghukum terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp 50 juta subsidair 4 bulan kurungan.

JPU juga menyampaikan hal yang memberatkan terdakwa yakni perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal-hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, terdakwa mengakui terus terang perbuatannyadan terdakwa belum menikmati hasil kejahatannya.

Terhadap tuntutan ini, majelis sebelum mengetuk palu berakhirnya sidang memberikan kesempatan kepada terdakwa bersama kuasa hukum untuk menyampaikan pendapat.

Terdakwa menyampaikan keberatan akan disampaikan pada pembelaan pada sidang berikutnya pada pekan depan. (yon)

Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved