Labuan Bajo Selayang Pandang
Metro TV mengambil dua kota pariwisata, Bandung danYogya, sebagai referensi. Meski sudah dikenal sebagai kota
Catatan DWU 2016-2019
Oleh Willem B Berybe
Mantan Guru, Pernah Tinggal di Labuan Bajo
POS KUPANG.COM - DWU dalam judul kecil di atas adalah akronim dari destinasi wisata unggulan. Sebuah upaya prioritas pengembangan kepariwisataan nasional (2016-2019). Tayangan Metro TV dalam program Prime Time News Metro Pagi, 5 Januari 2017 mengangkat tema prospek pariwisata nasional 2017. Ada 10 destinasi wisata unggulan yang ditetapkan pemerintah pusat (Kemenpar). Satu di antaranya Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
Metro TV mengambil dua kota pariwisata, Bandung danYogya, sebagai referensi. Meski sudah dikenal sebagai kota turisme Indonesia yang sangat maju baik dari segi pengelolaan maupun strategi pengembangannya tetap saja sejumlah kendala harus dihadapi.
Karena itu pemda setempat gencar melakukan perbaikan-perbaikan seperti mengurai kepadatan kendaraan, lahan parkir, bahu jalan yang digunakan untuk parkiran, trotoar tempat pejalan kaki (pedestrian) dan kebersihannya, tempat sampah, akses dan fasilitas menuju kota tersebut, dll. Walikota Bandung, Ridwan Kamil, bertekad melakukan perbaikan dan strategi pengembangan antara lain penambahan fasilitas, pengerjaan trotoar, penambahan jumlah taman kota dengan tema-tema tertentu, program Bandung Tour on the Bus, penyediaan 100 shelter sepeda bagi wisatwan yang gemar bersepeda keliling. Sedangkan gubernur DIY misalnya mulai menggalakkan desa-desa wisata. Keunikan dan kekhasan desa diangkat dan dijadikan obyek wisata. Demikian paparan Metro TV.
Karakteristik ke-10 DWU tersebut dapat dikelompokkan dalam dua jenis yaitu pariwisata berbasis alam (nature) dan budaya (culture). Satu-satunya pariwisata berbasis budaya ialah Borobudur di Jawa Tengah, sementara lainnya pariwisata alam dengan variabel keindahan view laut (marine), pulau-pulau dengan hamparan laut biru, jernih serta pantai-pantai berpasir putih, berwarna pink (di perairan laut Labuan Bajo), panorama alam pegunungan berupa hutan, gunung, danau (Sano Nggoang di Kabupaten Manggarai Barat), air terjun, fauna (hewan) yang unik.
Profil kota
Tata ruang kota Labuan Bajo sebagai ibukota Kabupaten Manggarai Barat, NTT sekaligus kota pariwisata nasional/internasional memiliki corak kontur tanah yang berjenjang (tinggi-rendah). Bagian yang rendah meliputi area sepanjang bibir pantai Teluk Labuan Bajo. Tampak sempit karena dilatari irisan dinding bukit dengan kemiringan yang cukup terjal. Hanya ada satu jalan utama yang menghubungkan dua titik kota yaitu Kampung Air di pintu masuk (jurusan Ruteng-Labuan Bajo) dan Kampung Ujung di mana titik temu dua jalur masuk kota Labuan Bajo (atas-bawah) berada.
Dari sudut ini perluasan jaringan jalan raya menyusur pantai arah utara menuju Binongko lalu menanjak ke Bukit Cinta kian ramai dan sedap dipandang. Site bawah Kota Labuan Bajo inilah menjadi pusat keramaian, kepadatan lalulintas.Terdapat pertokoan, kantor-kantor bisnis termasuk perbankan, hotel, rumah makan, pojok kuliner Kampung Ujung, persekolahan, area dermaga untuk kapal penumpang dan komersil, perumahan warga asli antara lain suku Bajo, Bugis, Selayar.
Site atas merupakan daerah ketinggian dengan cakupan wilayah relatif datar yang sangat luas(ribuan hektar) membentang dariWae Medu, Wae Kelambu, Wae Mata, Sernaru, Lancang, Wae Kesambi, Wae Cicu, Batu Cermin hingga Teluk Rangko.
Seluruh kawasan ini membentuk mirip sebuah lingkaran raksasa yang dikelilingi bukit-bukit kecil sebut saja Golo Koe dengan deretan yang menyambung sampai Puar Pake (kawasan hutan) di timur lalu menyusur menuruni terusan Rangkodi utara kemudian putar kembali ke Batu Cermin, Bukit Cinta.
Di dalam kawasan inilah berdiri gedung perkantoran pemda Mabar, perumahan penduduk, pegawai, kompleks persekolahan (SD/SMP/SMA/SMK) bandar udara Komodo, gereja, masjid, Rumah Sakit Siloam (antara site bawah dan atas), stadion olahraga, dsbnya. Potensipengembangan Kota Labuan Bajokedepanberwawasan panorama bahari sangat terbuka lebar.
Untuk mencapai kota Labuan Bajo dapat ditempuh melalui tiga jalur yaitu udara, darat dan laut. Sejumlah maskapai penerbangan termasuk Garuda memasukkan kota Labuan Bajo dalam jaringan destinasi transportasi udara nasional setiap hari. Fasiltas bandara Komodo yang cukup representatif dilengkapi ruang tunggu yang berstandar di lantai satu dan dua selalu dipadati calon penumpang domestik dan mancanegara. Hampir sebagian besar kursi di ruang keberangkatan diisi oleh `bule-bule' entah anak kecil, remaja, orang dewasa.
Mereka seakan bercerita bahwa Labuan Bajo telah menjadi rumah destinasi mereka (home of destination). Pintu kedua melalui darat. Arus kendaraan yang melintasi jalur Trans Flores dari ujung timur Flores (Larantuka) hingga Labuan Bajo tak pernah sepi setiap saat. Guna mempercantik wajah kota Labuan Bajo perlu dibangun sebuah gerbang (gapura) di lokasi jalan masuk kota(dari arah Ruteng) pada titik cabang jalur atas-bawah dengan arsitek dan aksesoris khas budaya Manggarai (Barat).
Tulisan `selamat datang di kota Labuan Bajo' dalam tiga Bahasa (Indonesia, Inggris, dan Manggarai) hendaknya terpampang jelas pada gerbang tersebut. Untuk Bahasa Manggarai dapat berbunyi `Tabe, Cai Ce'e Labuan Bajo' yang secara bebas bermakna `Salam, (Anda) tiba di kota Labuan Bajo'. Pintu ketiga melalui jalur laut. Kapal-kapal besar dan feri yang datang dari wilayah barat (Surabaya, Makassar, Bali, Sape) atau dari kawasan timur (Kupang, Larantuka, Ende, Waingapu (Sumba Timur), Maumere, Ende, Marapokot (Mbay), Reo (Kabupaten Manggarai) akan berlabuh di dermaga pelabuhan laut Labuan Bajo yang sangat tenang. Tak kedengaran bunyi berisikan ombak atau kedebur gelombang yang menghempas di pantai sepanjang Teluk Labuan Bajo.
Lagestroemian town
Persoalan yang dihadapi dua kota wisata Indonesia, Bandung danYogya, seperti digambarkan di atas tampaknya tak beda dengan kondisi kekinian Kota Labuan Bajo. Jika obyek-obyek wisata bahari (lokasi) berupa taman laut, pulau-pulau dengan aneka bentuk natural misalnya P. Kukusan karena mirip sebuah kukus (wadah alat memasak setempat terbuat dari anyaman daun lontar), TNK (Taman Nasional Komodo) dan sekitarnya, diving and snorkelling areas, dsbnya selalu diincar para turis asing maka rumah induk Labuan Bajo sebagai natas (halaman) kampung besar Kabupaten Manggarai Barat butuh pembenahan, penataan, keteraturan, kebersihan, keindahan, ketertiban, keramahan warga.
Perbaikan infrastruktur jalan raya tidak cuma bahu jalan tetapi juga pembangunan trotoar, sistem drainase dan jaringannya, pembuatan taman kota, penanaman pohon pelindung sisi kiri-kanan jalan, fasilitas air bersih, akses komunikasi digital, energi listrik, rambu-rambu lalulintas dan lampu penerangan jalan adalah sejumlah item perbaikan dan pengembangan yang perlu mendapat perhatian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/valentino-rossi_20170126_092402.jpg)