VIDEO

VIDEO: Penyandang Disabilitas Dirangkul Untuk Kelola Sampah

Sebanyak 15 anggota yang termasuk dalam komunitas disabilitasi kecamatan Oebobo diajak untuk bersama sama mengelolah sampah

Penulis: Hermina Pello | Editor: omdsmy_novemy_leo

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sebanyak 15 anggota yang termasuk dalam komunitas disabilitasi Kecamatan Oebobo diajak untuk bersama sama mengelolah sampah yang ada dengan membuat berbagai kerajinant tangan.

Seperti disaksikan Pos Kupang, mereka bekerja di aula kantor camat Oebobo dengan didampingi fasilitator, Piter Pa yang dengan setia mengajarkan mereka untuk membuat berbagai kerajinan tangan diantaranya tempat minuman, tas dan lainnya.

Camat Oebobo, Bernadinus Mere didampingi Piter Pa mengatakan kegiatan tersebut dilaksakanakan di sela-sela masyarakat merayakan natal.

"Dengan natal maka tingkat konsumsi akan semakin tinggi dan sampah yang dihasilkan juga tentunya lebih banyak. Kami manfaatkan momen ini untuk merangkul disabilitas untuk mengelolah sampah yang ada," ujar Mere.

Menurutnya, dengan produksi sampah yang banyak maka bisa dibeli oleh bank sampah kecamatan Oebobo sehingga kelompok tersebut bisa diberdayakan.

"Para penyandang disabilitas ini memang agak susah untuk bersaing mencari pekerjaan. Lalu apa yang kita bisa bantu. Kalau mereka ingin mengelola sampah maka ini yang kita dorong juga agar mereka juga bisa diberdayakan. Sayang, kalau hanya sekedar sampah lalu kita tidak bisa bantu mereka," kata Mere.

Menurut Mere, Bank Sampah Kecamatan Oebobo mendapat 50 ribu bekas bungkusan nutrisari dan highlow sehingga pihak kecamatan merangkul penyandang disabalitas untuk kelola sampah melalui kerajinan tangan.

Fasilitator untuk membuat kerajinana tangan dari sampah, Piter Pa mengatakan bahwa selama ini penyandang disabilitas menjadi eksploitasi orang.

"Dengan pak camat yang bisa melindungi mereka maka kegiatan ini diharapkan bisa memberdayakan mereka. Secara mental mereka ini normal karena itu mereka juga ingin memerangi sampah dengan cara mereka. Mereka bisa lebih rapi dibandingkan dengan orang yang normal karena mereka fokus dalam bekerja. Mari kita perangi sampah, dimulai dari komunitas kecil ini. Saya termotivasi dengan mereka karena mereka ini lebih fokus," kata Piter. (ira)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved