VIDEO

VIDEO: NTT Peringkat Ke 5 Dalam TPPO

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menempati peringkat ke lima dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menempati peringkat ke lima dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Demikian narasumber dalam workshop Perundang-undangan Perlindungan Hak Perempuan, Dra Sunarti Msi di hotel Swissbellon Kristal Kupang, Senin (21/11/2016). Sunarti juga adalah Sekretaris Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI membawakan materi mengenai kebijakan nasional terkait bidang perlindungan hak perempuan.

Menurutnya, data kekerasan terhadap perempuan dari komnas perempuan, terjadi peningkatan dari tahun 2010 sampia 2014. Demikian juga kekerasan terhadap anak mengalami peningkatan . Prevalensi kekerasan terhadap anak laki laki sebesar 38,6 persen dan terhadap anak perempuan 20,48 persen.

Faktor penyebabnya adalah kemiskinan, dimana terjadi disharmonisasi dan yang rentan mengalaminya adalah perempuan dan anak. Kedua, era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi serta penyebab ketiga adalah lunturnya nilai nilai agama dan budaya dalam masyarakat

Sementara Staf Ahli. dr Yovita Niken Mitak saat membawakan sambutan Sekda Kota Kupang pada saat pembukan mengatakan kekerasan bisa terjadi dimana saja, di tempat kerja, sekolah, lingkungan dan lainnya. Bentuknya juga bermacam-macam, yakni kekerasan fisik, psikis,kekerasan seksual, penelantaran keluarga dan lainnya baik oleh perorangan, keluarga atau kelompok masyarakat.

"Sistem adat dan budaya patriarki, interpretasi agama yang tidak utuh, pengarus feodalisme maupun kehidupan sosial ekonomi dan politik yang tidak adil , memberikan kesempatan dan peluang terjadinya kekerasan," ujarnya.

Dikatakan, kasus kekerasan pada tahun terakhir ini sedikit meningkat dibanding dengan tahun sebelumnya dimana tahun 2014 terjadi KDRT sebanyak 103 kasus dan kekerasan seksual sebanyak 54 kasus dan tahun 2015 sebanyak 112 kasus KDRT dan 68 kasus kekerasan seksual.

Mitak mengatakan selain kekerasan, NTT juga sebagai provinsi penyumbang kasus perdagangan orang. Masalah ini sudah lama terjadi namun kurang mendapat perhatian banyak orang sehingga keberadaannya tidak begitu nampak di permukaan. Padahal dalam prakteknya sudah menjadi permasalahan sosial yang berangsur angsur menjadi suatu kejahatan masyarakat dimana kedudukan manusia baik sebagai objek sekaligus sebagai subjek dari trafficking itu sendiri. (ira)

Penulis: Hermina Pello
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved